Webinar KG Kognisi: Modal Tangkal COVID-19

QnA WEBINAR KOGNISIxPORKA


dr. Santi, jika orang yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 dan diperbolehkan untuk pulang dari RS, berapa lama untuk bisa bertatap muka dengan orang lain? – Ervan

Terima kasih atas pertanyaannya Pak Ervan.


Istilah isolasi digunakan untuk memisahkan orang yang sakit yang sudah dikonfirmasi laboratorium atau memiliki gejala COVID-19, dari orang yang tidak terinfeksi.

Menurut Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 REV 5 yang dapat ditemukan di laman resmi covid19.kemenkes.go.id, orang dinyatakan selesai menjalani isolasi mandiri :

  1. Tanpa perlu pemeriksaan follow up RT-PCR jika :
    • penderita COVID-19 tanpa gejala telah menjalani 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi (swab test)
    • kasus probable/penderita COVID-19 dengan gejala telah menjalani 10 hari sejak tanggal onset atau muncul gejala, ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala sakit seperti demam dan gangguan pernapasan.
  2. Pada kasus probable/penderita COVID-19 dengan gejala yang mendapatkan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan hasil 1 kali negatif ditambah dengan minimal 3 hari setelah tidak menunjukkan gejala sakit seperti demam dan gangguan pernapasan.
  3. Pada kasus suspek, isolasi dapat dinyatakan selesai :
    1. setelah 14 hari sejak tanggal dinyatakan sebagai suspek
    2. sebelum 14 hari jika ditemukan pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam.
Dokter Santi, masker lebih baik diganti tiap berapa jam ya? antara masker kain dengan masker medis mana yg lebih disarankan untuk dipakai bila terpaksa harus keluar rumah? – NN

Terima kasih atas pertanyaannya.

Masker medis maupun masker kain sebaiknya diganti maksimal setelah 4 jam pemakaian.
Tetapi jika masker kotor, lembab, atau basah sebelum 4 jam, gantilah masker. Masker yang basah akan menyulitkan proses bernapas. Selain itu, fungsi perlindungan juga akan turun.

Masker kain digunakan untuk orang sehat yang ingin bepergian keluar rumah atau akan bertemu dengan orang yang tidak tinggal dalam 1 rumah.

Masker medis digunakan oleh :

  • tenaga kesehatan, petugas laboratorium, petugas administrasi, petugas kebersihan, dan semua orang yang bertugas merawat atau berkontak dengan pasien atau cairan tubuhnya (ingus, urine, muntahan, feses, dll)
  • orang yang sedang sakit yang dianjurkan memakai masker medis oleh dokter yang merawat (misalnya pasien TBC, kanker, dll)
  • orang yang menunjukkan gejala COVID-19 ketika akan berkontak dengan orang lain
  • orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 ketika akan berkontak dengan orang lain
  • orang yang merawat kasus suspek atau konfirmasi COVID-19 di luar fasilitas kesehatan
  • orang lanjut usia di atas 60 tahun yang akan bepergian keluar rumah
  • orang dengan segala usia yang memiliki penyakit penyerta yang akan bepergian keluar rumah.
Buat doktor, apakah benar minuman hangat seperti air hangat itu berkhasiat utk mencegah terkena covid? – Anonymous

Minum air hangat tidak dapat mencegah terkena COVID-19.


Tetapi minum air, baik hangat, suhu kamar, maupun dingin, berguna untuk kesehatan dan menjaga agar metabolisme, peredaran darah, dan berbagai fungsi dalam tubuh kita agar dapat bekerja dengan baik.

dok benarkah salah satu gejala covid itu sariawan?
pengalaman 2 anggota keluarga saya yg positif merasakan sariawan. – Anonymous

Luka yang berbentuk seperti sariawan dapat dijumpai pada sekelompok kecil penderita COVID-19 tetapi data dan penelitian tentang hal ini belum memadai.


Teks lengkapnya dapat dibaca di
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7323002/
https://www.oooojournal.net/article/S2212-4403(20)31119-6/pdf

updated Dec 20, 2020

Leave a Reply