Waspada Dengan Masker Orang Lain, Terutama Masker Berkatub

Pengetahuan tentang virus penyebab COVID-19 semakin hari semakin bertambah.
Cara mencegah maupun cara mengobati pun berubah-ubah atau bertambah sesuai dengan pengetahuan baru yang ada. Sampai saat ini obat dan vaksin khusus untuk COVID-19 masih belum ditemukan.
Jadi kita harus mencegah agar kita tidak tertular atau tidak menularkan virus ini kepada orang lain.

Pemerintah melakukan kampanye protokol pencegahan penularan COVID-19 dengan slogan 3M yaitu :
Mengenakan masker jika berada di luar rumah.
Mencuci tangan.
Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter.
Pemakaian masker merupakan kewajiban, bukan himbauan. Ada peraturan yang mengaturnya dan pemberlakuan denda bagi yang melanggarnya.

Mengingat pemakaian masker dengan jenis dan bahan yang beragam, maka kita perlu mengetahui masker mana yang aman.
Aman bagi kita sebagai pengguna masker sekaligus aman bagi orang-orang yang berada di sekitar kita.


WASPADA DENGAN MASKER ORANG LAIN

Ingat selalu ‘Maskermu melindungiku. Maskerku melindungimu’.

Esensi pemakaian masker adalah mencegah droplet pemakai masker (yang mungkin infeksius) keluar ke udara bebas dan dapat membuat orang lain di sekitarnya tertular.

Jadi kita harus waspada dengan masker yang dikenakan oleh orang lain yang berada di sekitar kita. Karena masker mereka melindungi kita.

Sebaliknya, kita juga waspada dengan pilihan masker kita, terutama jika berada di sekitar kelompok orang dengan risiko tinggi seperti lansia, orang dengan penyakit penyerta, kegemukan, perokok, atau gangguan imunitas tubuh.
Kelompok ini jika tertular COVID-19, maka risiko penyakit COVID-19 menjadi parah dan serius lebih tinggi daripada kelompok lain seperti anak-anak, orang yang sehat, dll.


Tipe Masker yang Perlu Kita Waspadai

Pemakaian masker berkatup di sekitar orang risiko tinggi sangat berbahaya karena si pemakai masker berkatup bisa saja adalah penderita COVID-19 yang tidak atau belum menunjukkan gejala seperti demam atau batuk.
Karena droplet langsung keluar melalui katup, maka orang di sekitarnya dapat tertular dan menjadi penderita COVID-19.

Masker yang kurang atau tidak mencegah keluarnya droplet dari pemakai (dan juga mencegah masuknya droplet dari orang lain) adalah yang :
tipis
elastis
longgar
✘ ukuran yang terlalu kecil sehingga tidak dapat menutupi seluruh hidung dan mulut
✘ memiliki lubang (misalnya masker rajutan)
✘ memiliki katup
✘ yang dikenakan tidak menutup mulut dan hidung secara sempurna.

Ketika kita menghadapi orang yang mengenakan masker tersebut, kita perlu berhati-hati karena droplet mereka dapat terhirup jika jarak kita dekat.


Kemungkinan kita menghirup droplet orang lain meningkat jika :

  • jarak kita dengan orang lain dekat, semakin dekat semakin tinggi kemungkinan terhirup droplet orang lain
  • sirkulasi udara buruk
  • kualitas masker buruk.
    Droplet akan meningkat jumlahnya dan semakin jauh jarak tempuhnya ketika orang bersin, batuk, atau berteriak.


BACA JUGA


“Pemakaian masker berkatup di sekitar orang risiko tinggi sangat berbahaya.

Droplet langsung keluar melalui katup, maka orang di sekitarnya dapat tertular dan menjadi penderita COVID-19 jika pemakai masker berkatup adalah penderita COVID-19 yang tidak atau belum menunjukkan gejala”

Selalu menjaga jarak dengan orang yang memakai masker berkatup, setidaknya 1 meter. Semakin jauh, semakin baik, terlebih-lebih jika pemakai masker berkatup tersebut membuka mulut untuk batuk, bersin, atau berteriak.
Selalu menjaga jarak dengan orang yang memakai masker berkatup, setidaknya 1 meter. Semakin jauh, semakin baik, terlebih-lebih jika pemakai masker berkatup tersebut membuka mulut untuk batuk, bersin, atau berteriak.


Apa yang harus saya lakukan ketika berada dekat orang yang memakai masker yang berkatup?

Camkan bahwa pemakai masker berkatup mendapat perlindungan yang sesuai dengan kemampuan filtrasi masker tetapi orang yang ada di sekitar pemakai masker berkatup, tidak terlindungi sama sekali dari droplet yang keluar bersamaan dengan udara pernapasan yang dihembuskan pemakai masker berkatup.

Dalam hal ini, pemakaian masker berkatup sama dengan tidak memakai masker. Tidak memberi perlindungan sama sekali bagi orang-orang di sekitarnya.

Selalu menjaga jarak dengan orang yang memakai masker berkatup, setidaknya 1 meter. Semakin jauh, semakin baik, terlebih-lebih jika pemakai masker berkatup tersebut membuka mulut untuk batuk, bersin, atau berteriak.


Bagaimana jika saya sudah terlanjur membeli masker berkatup?

Warga masyarakat mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga kesehatan masyarakat.

Kita perlu memiliki kesadaran bahwa memakai masker berkatup tidak banyak berguna dalam menekan jumlah kasus COVID-19.

Jika tetap ingin menggunakannya ketika bertemu dengan orang lain, kenakan masker berkatup dan kenakan masker lainnya di luar masker berkatup.
Masker di luar ini akan berfungsi untuk menyaring udara yang keluar ketika menghembuskan napas.
Pemakaian masker di dalam masker berkatup dapat mengurangi efektivitas filtrasi yang akan menurunkan perlindungan bagi pemakai masker.

Masker berkatup dapat digunakan tanpa masker di luarnya ketika digunakan hanya di dalam rumah atau ketika tidak bertemu dengan orang lain, misalnya ketika sedang membersihkan rumah, ketika sedang menggunakan cairan desinfektan, dan sebagainya.

Upaya menekan penularan COVID-19 baru akan berhasil jika secara bersama-sama seluruh anggota masyarakat disiplin dan selalu menerapkan semua protokol pencegahan penularan dengan benar.
Bersama kita bisa!


• Sehat itu mudah •
• Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










Informasi dalam artikel ini akurat pada waktu penerbitan. Namun, karena situasi seputar COVID-19 terus berkembang, ada kemungkinan beberapa data telah berubah sejak dipublikasikan. Walaupun KenapaYaDok.com selalu menjaga agar informasi kami tetap sesuai dengan perkembangan, kami mendorong pembaca untuk tetap mendapat informasi tentang berita dan rekomendasi dengan menggunakan CDC, WHO, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai sumbernya.
MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

The information in this story is accurate as of press time. However, as the situation surrounding COVID-19 continues to evolve, it’s possible that some data have changed since publication. While KenapaYaDok.com is trying to keep our stories as up-to-date as possible, we also encourage readers to stay informed on news and recommendations for their own communities by using the CDC, WHO, and their local public health department as resources.
THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Enriquelopezgarre & Melanie Wasser. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply