Telinga Belum Dijual. Bagaimana Agar Pendengaran Bisa Tetap Berfungsi Dengan Baik Sampai Akhir?

Telinga merupakan salah satu organ yang sangat penting dalam kehidupan kita. Dan seringkali kita baru menghargai organ ini setelah terjadi gangguan atau hilangnya fungsi telinga. Dan telinga tidak seperti rambut, jika rambut rontok sampai botak maka masih bisa dibeli rambut palsu.
Jadi jagalah telinga agar tetap berfungsi dengan baik sampai akhir.


Gejala yang mungkin dapat dirasakan pada gangguan pendengaran :

  • nyeri pada satu atau kedua telinga
  • rasa pusing
  • telinga berdengung atau berdenging
  • telinga terasa penuh ada terasa tertekan
  • fungsi pendengaran menurun
  • keluarnya bau yang tidak sedap
  • keluar cairan, darah, atau nanah dari telinga
  • demam.


Cara mudah untuk mendeteksi gangguan atau turunnya pendengaran adalah :

  • suara-suara terdengar seperti bergumam atau terdengar lebih pelan
  • kesulitan mendengar pembicaraan terutama di tempat yang berisik/ramai
  • kesulitan mendengar suara konsonan
  • sering meminta orang lain untuk berbicara lebih keras dan lebih pelan agar dapat terdengar lebih jelas
  • sering meningkatkan volume TV, radio, atau musik
  • sering salah menjawab/memberi komentar karena salah mengerti percakapan
  • tidak terganggu dengan suara keras/bising yang biasa mengganggu
  • menghindar dari situasi di mana dibutuhkan percakapan.


Pada bayi dan anak-anak, cara mudah untuk melihat adanya gangguan atau penurunan pendengaran adalah :

  • tidak kaget ketika ada suara yang keras
  • tidak menoleh ketika mendengar suara
  • mata tidak mengikuti sumber suara setelah umur 6 bulan
  • belum bisa menyebutkan satu kata pun setelah berusia 1 tahun
  • menoleh ketika melihat orang, tetapi tidak menoleh ketika hanya dipanggil


Sejalan dengan bertambahnya usia, anak akan terlihat :

  • kesulitan belajar, lamban belajar bicara dan tidak jelas ketika berbicara
  • sering berbicara dengan suara yang keras
  • sering terlihat tidak mendengar dan mengatakan hah, huh, serta meminta untuk mengulangi pembicaraan
  • jawaban atau komentar yang tidak sesuai
  • kesulitan mengikuti percakapan terutama di lingkungan yang berisik/ramai
  • meningkatkan volume suara TV atau gadget yang mengeluarkan suara (handphone, komputer, laptop, dll).

BACA JUGA:


Telinga merupakan salah satu organ yang sangat penting dalam kehidupan kita.

Dan seringkali kita baru menghargai organ ini setelah terjadi gangguan atau hilangnya fungsi telinga.

dr santi
Cara mudah untuk mendeteksi gangguan atau turunnya pendengaran termasuk sering meminta orang lain untuk berbicara lebih keras dan lebih pelan agar dapat terdengar lebih jelas

Jenis gangguan pendengaran :

  1. konduktif (melibatkan telinga luar dan telinga tengah)
  2. sensorineural (melibatkan telinga dalam)
  3. campuran (kombinasi dari konduksi dan sensorineural).


Penyebab terjadinya gangguan pendengaran :

  • kerusakan telinga dalam akibat proses penuaan atau karena paparan suara bising
  • sumbatan telinga akibat menumpuknya kotoran telinga
  • infeksi telinga
  • pertumbuhan tulang pendengaran yang tidak normal
  • benjolan atau tumor di telinga
  • gendang telinga pecah (akibat suara yang keras, perubahan tekanan udara secara mendadak, tusukan di telinga, infeksi, pukulan keras di daun telinga)
  • konsumsi beberapa jenis obat-obatan (antibiotika aminoglikosida seperti gentamisin, sildenafil, serta beberapa obat kemoterapi)
  • kerusakan genetika
  • penyakit yang tidak diobati atau dikendalikan dengan baik (infeksi seperti meningitis, gangguan metabolik seperti diabetes, hipertensi, dll).


Cara menjaga kesehatan telinga agar terhindar dari gangguan pendengaran :

  • Hindari/batasi paparan suara bising (suara dengan intensitas yang tinggi) terlebih dalam jangka waktu yang lama.
  • Gunakan alat pelindung/pengaman telinga ketika terpapar suara bising.
  • Hindari memasukkan benda apapun (cotton bud, jepit rambut, jepit kertas, dll) ke dalam liang telinga untuk mengorek/menggaruk.
  • Kenakan pelindung kepala ketika melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan benturan kepala (naik motor, sepeda, dll)
  • Hindari pemakaian ear candle karena dapat menusuk gendang telinga, masuknya lelehan/abu lilin, luka bakar pada telinga, kulit kepala, rambut, wajah, dll.
  • Tutup telinga ketika menggunakan hair spray, pewarna rambut, atau parfum agar zat kimia tidak masuk ke dalam telinga.
  • Keringkan telinga sesudah keramas atau berenang.
  • Jangan sembarangan minum obat.
  • Kendalikan penyakit (diabetes, hipertensi, kolesterol berlebih, dll).
  • Makan buah dan sayur.
  • Tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok.
  • Kendalikan stres.
  • Olahraga teratur agar aliran darah menjadi baik.
  • Periksa telinga secara rutin setidaknya 3 tahun sekali walaupun tidak merasa sakit.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
Menjaga telinga bukan hal yang sulit.
Yuk lakukan.

• Sehat itu Mudah •
• Sehat itu Murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










Informasi dalam artikel ini akurat pada waktu penerbitan. Namun, karena situasi seputar COVID-19 terus berkembang, ada kemungkinan beberapa data telah berubah sejak dipublikasikan. Walaupun KenapaYaDok.com selalu menjaga agar informasi kami tetap sesuai dengan perkembangan, kami mendorong pembaca untuk tetap mendapat informasi tentang berita dan rekomendasi dengan menggunakan CDC, WHO, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai sumbernya.
MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

The information in this story is accurate as of press time. However, as the situation surrounding COVID-19 continues to evolve, it’s possible that some data have changed since publication. While KenapaYaDok.com tries to keep our stories as up-to-date as possible, we also encourage readers to stay informed on news and recommendations for their own communities by using the CDC, WHO, and their local public health department as resources.
THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Bruce Mars & Szilárd Szabó. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply