Mari Kenali Tipe, Penyebab, Terapi, dan Pencegahannya Sakit Kepala

Keluhan sakit kepala adalah keluhan yang umum di ruang praktek dokter.
Sakit kepala seringkali disamakan dengan pusing sehingga dokter harus menanyakan dengan cermat yang manakah yang diderita pasien.

Pusing adalah istilah yang digunakan untuk vertigo.
Penderita vertigo akan merasa dirinya berputar atau sekelilingnya berputar.

Sakit kepala atau cephalgia adalah rasa nyeri di daerah kepala yang bisa seperti ditusuk-tusuk, ditekan, diikat, berat, dan sebagainya.

Jenis Sakit Kepala

The International Headache Society pada tahun 2013, memberikan panduan klasifikasi sakit kepala menjadi 3 jenis :

  • Sakit kepala primer
    yaitu sakit pada kepala karena adanya gangguan pada bagian dari kepala, misalnya otot sekitar kepala, pembuluh darah kepala, saraf yang ada di daerah kepala, atau bahan kimiawi otak.
  • Sakit kepala sekunder
    yaitu sakit kepala disertai dengan penyakit lain yang mendasarinya.
    Penyakit yang mendasari bisa berasal dari :
    • Daerah kepala
      seperti misalnya glaukoma pada mata, sinusitis, influenza, infeksi selaput otak, infeksi telinga tengah, sobekan pada arteri di kepala, tumor otak, benturan kepala, dan sebagainya.
    • Di luar kepala
      misalnya sakit kepala pada demam tifoid, demam berdarah, HIV, dan sebagainya.
  • Cranial neuralgia, nyeri wajah, dan sakit kepala lainnya.

Sebagian besar sakit kepala yang diderita adalah sakit kepala primer.

Ada lebih dari 150 jenis sakit kepala.

Beberapa jenis sakit kepala yang sering dialami adalah :

  • Sakit kepala tipe tegang (tension headache).
    Jenis ini adalah jenis yang paling umum dijumpai.
    Wanita 2 kali lebih banyak menderita sakit kepala tipe tegang daripada pria.
    Nyeri berupa rasa tegang atau kaku di mata, belakang mata, kepala, leher, dan tengkuk seolah-olah diikat erat di kepala.
  • Migrain
    yaitu sakit kepala berdenyut-denyut di satu sisi kepala.
    Serangan migrain yang lengkap mencakup 4 tahap :
    • Prodroma
      terjadi 1 sampai 2 hari sebelum serangan migrain.
      Bisa berupa konstipasi, kaku di daerah leher, perubahan mood, ‘ngidam’ jenis makanan tertentu, rasa haus yang berlebihan, sering berkemih, dan sering menguap
    • Aura
      berupa gangguan penglihatan (pandangan buram atau kabur, melihat bintik-bintik, kilatan cahaya, dll), gangguan pendengaran (seperti mendengar suara atau musik), seperti mencium bau-bau aneh, sakit kepala, pusing, kesulitan berbicara, kesemutan pada satu sisi wajah atau tubuh.
      Seringkali disertai juga dengan mual, muntah dan sensitif terhadap suara dan cahaya.
    • Serangan sakit kepala.
      Sakit kepala bisa terjadi pada 1 sisi kepala, bisa juga pada seluruh kepala. Intensitas nyeri dapat beragam mulai dari ringan, sedang hingga berat.
      Dapat berlangsung 4 sampai 72 jam.
    • Postdroma yang terjadi setelah serangan migrain.
      Penderita merasa lelah, bingung, dan kosong selama kurang lebih 1 hari
    • Penderita migrain tidak selalu mengalami 4 tahap tersebut secara lengkap.
  • Sakit kepala cluster
    dengan keluhan nyeri seperti ditusuk yang terjadi di sekitar salah satu mata dan atau satu sisi wajah dan dapat disertai dengan pembengkakan, kemerahan atau pucat, dan keringat pada sisi yang sakit.
    Hidung tersumbat atau berair, mata berair, kelopak mata lemas juga dapat terjadi pada sisi yang sakit.
    Penderita cenderung mondar-mandir atau duduk bergoyang-goyang ke depan dan ke belakang.

Salah 1 sumber sakit kepala
Pengaruh lingkungan berupa suara yang keras, cahaya yang terlalu terang, asap rokok, bau yang terlalu kuat dipercaya dapat menyebabkan sakit kepala


Penyebab Sakit Kepala

Beberapa hal yang dipercaya menyebabkan sakit kepala adalah :

  • penyakit berupa infeksi bakteri maupun virus
  • gangguan psikologis misalnya stres berkepanjangan, kecemasan, depresi
  • genetik
  • pengaruh lingkungan berupa makanan tertentu, suara yang keras, cahaya yang terlalu terang, asap rokok, bau yang terlalu kuat
  • posisi kerja yang menyebabkan kaku dan lelah pada otot leher dan punggung
  • gaya hidup yang buruk seperti kurang tidur, makan tidak teratur, kurang olahraga
  • perubahan cuaca

Terapi Umum Sakit Kepala

Terapi yang diberikan tergantung pada jenis dan penyebab sakit kepala, biasanya berupa

  • obat-obatan penghilang nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, dll
  • obat-obatan untuk penyakit yang mendasari
  • konseling psikologis
  • manajemen stres
  • istirahat di tempat yang gelap dan sunyi
  • cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih dan makan buah dan sayur yang banyak mengandung air
  • kompres panas atau dingin sesuai dengan selera

Terapi yang diberikan tergantung pada jenis dan penyebab sakit kepala, bisa berupa manajemen stres
Terapi yang diberikan tergantung pada jenis dan penyebab sakit kepala, bisa berupa manajemen stres


Sakit Kepala yang Perlu Diwaspadai

Walaupun sangat mengganggu, pada umumnya sakit kepala tidak berbahaya.
Akan tetapi, segeralah ke dokter jika :

  • sakit kepala datang tiba-tiba dan hebat
  • sakit kepala yang dialami menjadi lebih sering dan atau lebih berat daripada biasanya
  • sakit kepala dirasakan berbeda dari sakit kepala yang biasa dialami
  • tidak mengalami perbaikan dengan obat-obatan yang biasa diminum
  • mengganggu aktivitas normal, menimbulkan gangguan tidur, tidak bisa bekerja
  • disertai dengan rasa bingung, gangguan berkomunikasi, gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan, gangguan berjalan
  • pingsan
  • ada demam tinggi
  • adanya kebas, lemah atau lumpuh pada satu sisi tubuh
  • kaku pada tengkuk
  • kejang
  • mual dan muntah terus menerus
  • terjadi sesudah trauma/benturan pada kepala

Pencegahan Sakit Kepala

Sakit kepala dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup yang baik seperti :

  • makan makanan dengan gizi lengkap dan seimbang dan tepati jadwal makan
  • cukupi kebutuhan cairan
  • cukup tidur
  • olahraga dengan intensitas sedang
  • kelola stres dengan bijak
  • hindari rokok dan alkohol


• Sehat itu mudah • Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)









MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Image Credit: graceie, kpr2, eloneo. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply