Tidak Perlu Panik Serumah Dengan Anggota Keluarga yg Mungkin ataupun Sudah Menderita COVID-19

Orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 tidak seluruhnya menjadi sakit COVID-19.

Orang dengan daya tahan tubuh yang baik akan melawan virus yang masuk dan memenangkan ‘pertempuran’ sehingga orang tersebut tetap sehat.

Jika daya tahan tubuh sedang menurun atau jumlah virus yang masuk sangat banyak, maka orang akan menjadi sakit.

Tidak semua orang yang menderita COVID-19 tahu bahwa dirinya sedang menderita COVID-19.

Sebagian besar orang yang menderita COVID-19 hanya mengalami sakit ringan sampai sedang.
Hanya sekitar 20% penderita yang mengalami gejala sakit yang berat sehingga membutuhkan perawatan khusus di rumah sakit.

Sebagian besar penderita COVID-19 yang mengalami gejala ringan belum perlu dirawat di rumah sakit dan dapat dirawat di rumah setelah dokter memberikan anjuran.

Beberapa orang bisa jadi sama sekali tidak merasakan gejala apapun.
Walaupun demikian, orang tersebut sudah berpotensi untuk menularkan virus SARS-CoV-2 kepada orang di sekitarnya.

Jika ada anggota keluarga yang menderita COVID-19 atau yang mungkin menderita tapi belum menyadarinya, maka setiap orang di dalam rumah perlu berpartisipasi dalam menghentikan penyebaran COVID-19.
Jauh lebih baik jika kita berperilaku seolah-olah kita sedang terkena COVID-19 daripada kita tenang-tenang dan kemudian tidak melakukan tindakan apapun.

COVID-19 bukanlah penyakit yang perlu ditakutkan, tetapi karena mudah menular dan cepat penularannya, maka kita perlu segera bertindak bersama-sama untuk menurunkan angka penularannya.

Penyakit ini bisa sembuh walaupun belum ada obat khusus untuk mengobatinya.


BACA JUGA


TONTON JUGA


Tips bagi orang yang menderita COVID-19 dan dirawat di rumah :

  • Bila sedang dalam masa karantina, patuhilah masa karantina.
  • Tetaplah berada dalam kamar yang terpisah dari anggota keluarga yang sehat.
  • Hindari kontak fisik dengan orang lain terutama orang lanjut usia, orang dengan kekebalan tubuh yang menurun, dan orang dengan penyakit penyerta (diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, kanker, dll).
    Jika tidak memungkinkan, jagalah jarak minimal 1 meter.
  • Bila tersedia, menggunakan toilet yang terpisah dari orang yang sehat.
    Bila tidak memungkinkan, usahakan menggunakan toilet paling akhir.
    Atau segera bersihkan dengan cairan desinfektan setelah digunakan oleh si sakit.
  • Sebaiknya memilih kamar dengan jendela yang terbuka ke luar rumah.
    Buka jendela setiap pagi dan sore selama 15 sampai 30 menit agar terjadi sirkulasi udara dengan udara luar.
    Jika jendela membuka ke dalam rumah, tutup jendela selalu.
  • Buka tirai jendela agar sinar matahari dapat masuk.
  • Tutup selalu pintu yang membuka ke dalam rumah.
  • Hindari pemakaian bersama peralatan makan dan makanlah di dalam kamar.
  • Hindari pemakaian alat-alat mandi bersama orang lain.
  • Simpan pakaian kotor dalam keranjang cucian yang tertutup.
  • Membuang dahak/ingus di wastafel dan menyiramnya.
  • Buang tisu bekas dalam tempat sampah tertutup.
  • Bersihkan kipas angin atau AC dan tirai jendela secara teratur.
  • Pel lantai dengan kain pel yang basah.
    Gunakan pembersih lantai biasa (karbol, lisol, atau pembersih lantai lainnya).
  • Lap barang-barang yang sering disentuh dengan cairan desinfektan.
  • Menjaga kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
  • Terapkan etika batuk dan bersin.
  • Kenakan masker bila perlu.
  • Istirahat yang cukup.
  • Meningkatkan imunitas tubuh dengan makan makanan yang bergizi dan cukup minum.
  • Hindari stres berlebih dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan.
    Tentunya perlu pembatasan waktu berselancar di dunia maya dan menggantinya misalnya mulai mengerjakan hobi, belajar hal-hal baru, melakukan meditasi, bernyanyi membaca buku, dll
  • Bila perlu minum obat untuk mengatasi gejala, misalnya obat demam jika demam, obat batuk jika batuk, dll.
  • Segera menghubungi dokter yang merawat jika merasa sakit semakin berat atau disertai dengan gangguan bernafas.
    Atau hubungi 112 untuk mendapatkan instruksi dan pertolongan.

Orang yang kontak dengan pasien atau mencuci alat makan, pakaian, lantai, dll yang digunakan oleh si sakit, harus menggunakan APD berupa sarung tangan, masker, dan kacamata. Dan harus segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Orang yang kontak dengan pasien atau mencuci alat makan, pakaian, lantai, dll yang digunakan oleh si sakit, harus menggunakan APD berupa sarung tangan, masker, dan kacamata. Dan harus segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.


Tips bagi orang yang merawat penderita COVID-19 di rumah :

  • Hindari tamu yang berkunjung.
  • Usahakan hanya 1 orang yang merawat si sakit.
    Orang ini sebaiknya dalam keadaan sehat dan tidak memiliki penyakit kronis.
  • Orang yang kontak dengan pasien atau mencuci alat makan, pakaian, lantai, dll yang digunakan oleh si sakit, harus menggunakan APD berupa sarung tangan, masker, dan kacamata.
    Dan harus segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Dapat menggunakan sarung tangan sekali pakai.
    Jika menggunakan sarung tangan karet, pastikan sarung tangan tersebut hanya digunakan untuk sebuah tugas spesifik saja.
    Misalnya menggunakan sarung tangan karet untuk membersihkan kamar mandi si sakit. Sehabis digunakan, cuci sarung tangan dengan sabun dan air mengalir.
    Sarung tangan tersebut hanya digunakan untuk membersihkan kamar mandi saja.
    Demikian pula jika akan menggunakan sarung tangan karet untuk mengepel kamar si sakit, maka sarung tangan tersebut hanya boleh digunakan untuk mengepel kamar tersebut.
  • Ketika akan membawa pakaian kotor si sakit ke tempat mencuci, hindari mengguncang keranjang cucian.
    Cuci dengan deterjen. Jika memungkinkan, gunakan air hangat.
    Pakaian si sakit dapat dicuci bersamaan dengan pakaian orang yang sehat.
    Cuci tempat menyimpan pakaian kotor dengan air dan sabun.
  • Hindari menyentuh hidung, mulut, dan mata dengan tangan yang kotor.
  • Meningkatkan imunitas tubuh dengan pola hidup yang sehat.
  • Monitor keadaan si sakit seperti suhu tubuh dan gejala-gejala..
  • Jika sakit bertambah berat, nyeri dada, bibir dan wajah kebiruan, atau disertai dengan gangguan bernafas, hubungi telepon 112 atau hubungi dokter keluarga untuk mendapatkan petunjuk medis berikutnya.

COVID-19 bukanlah penyakit yang perlu ditakutkan, tetapi karena mudah menular dan cepat penularannya, maka kita perlu segera bertindak bersama-sama untuk menurunkan angka penularannya.

Penyakit ini bisa sembuh walaupun belum ada obat khusus untuk mengobatinya.

Pada kelompok rentan (orang lanjut usia, orang dengan gangguan imunitas, dan orang dengan penyakit penyerta) penyakit ini dapat berbahaya.

Maka kita sebagai anggota masyarakat perlu mengambil tanggung jawab sosial untuk menjaga agar kita tidak menjadi sumber penular bagi orang lain.


• Sehat itu mudah • Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Gam-Ol & Vladvictoria. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply