Tanya Jawab COVID-19. Tak Kenal, Maka Panik

APA BEDANYA CORONAVIRUS, NOVEL CORONAVIRUS, SARS-CoV-2, DAN COVID-19?

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang dikenal menyebabkan berbagai penyakit mulai dari yang ringan seperti flu sampai ke penyakit yang parah seperti radang paru.
Sebagian besar coronavirus menyerang hewan.

Ada 7 strain yang dapat menyerang manusia.
Virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) adalah contoh keluarga coronavirus yang menyebabkan penyakit yang parah.
Empat strain lainnya menyebabkan gejala pada saluran pernafasan yang ringan dan jarang menyebabkan kematian.

Novel Coronavirus adalah nama sementara untuk strain terbaru dari Coronavirus yang diidentifikasi sebagai penyebab wabah yang dapat mengakibatkan pneumonia di Wuhan, China dan kemudian menyebar ke banyak negara.

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah nama resmi yang diberikan untuk Novel Coronavirus.

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 .


BAGAIMANA SAYA BISA TERTULAR COVID-19?

Jika seseorang yang mengidap COVID-19 batuk atau bersin, maka akan keluar percikan ludah yang disebut droplet.

Droplet infeksius ini dapat masuk ke dalam tubuh orang yang sehat jika :

  • orang sehat berada dalam jarak 1 sampai 2 meter dari orang dengan COVID-19 batuk/bersin tanpa menutup mulut dan hidungnya
  • orang sehat menyentuh benda seperti meja, kursi, dsb, yang terkena droplet kemudian menyentuh mata, hidung, dan mulutnya.

    Jika orang dengan COVID-19 menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk dengan tangannya dan tidak mencuci tangan maka virus dapat berpindah dari tangannya ke benda-benda yang disentuh misalnya gagang telepon, tombol pintu, tombol lift, dsb.

    Virus kemudian akan masuk ke tubuh orang sehat yang menyentuh benda-benda yang tercemar tersebut dan memegang hidung, mulut, dan mata.

Virus yang masuk tersebut dapat menyebabkan COVID-19.

Orang sehat yang melakukan kontak dekat dengan penderita COVID-19 juga dapat tertular.

Yang dimaksud dengan kontak dekat adalah

  • tinggal serumah dengan penderita COVID-19
  • melakukan kontak fisik secara langsung misalnya berjabat tangan dengan penderita COVID-19
  • melakukan kontak secara langsung tanpa alat pelindung diri dengan cairan infeksius dari penderita COVID-19 misalnya menyentuh tisu bekas tanpa sarung tangan atau terkena batuk secara langsung
  • berhadapan dengan penderita COVID-19 atau berada dalam ruangan tertutup dengan penderita COVID-19 dalam jarak kurang dari 2 meter dalam waktu lebih dari 15 menit
  • tenaga kesehatan, petugas lab, atau orang yang merawat penderita COVID-19 tanpa alat pelindung diri.


“COVID-19, penyakit ini membuat banyak orang panik karena terjadinya penularan pada banyak sekali orang dalam jangka waktu yang cukup singkat. Selain itu vaksin dan obat khusus untuk COVID-19 masih dalam penelitian.

Jika daya tahan tubuh orang tersebut baik, maka virus yang masuk ke dalam tubuh tidak menyebabkan sakit, dan karena sebagian besar penderita COVID-19 sembuh, maka sebaiknya kita menghindari kepanikan tanpa meninggalkan kewaspadaan”


APAKAH JIKA VIRUS SARS-CoV-2 MASUK KE DALAM TUBUH SAYA, MAKA SAYA AKAN MENDERITA COVID-19 DAN MENINGGAL?

Jika daya tahan tubuh orang tersebut baik, maka virus yang masuk ke dalam tubuh tidak menyebabkan sakit.

Jika daya tahan tubuh menurun atau karena hal lainnya, orang yang terinfeksi virus ini akan menderita sakit.
Sebagian besar orang yang terinfeksi dan menderita COVID-19 mengalami gejala-gejala yang ringan dan sembuh.

Sebagian kecil akan mengalami gejala yang serius dan memerlukan perawatan khusus di rumah sakit.
Sebagian yang mengalami gejala serius akan sembuh dan sebagian dapat meninggal.
Orang yang berumur di atas 40 tahun, orang dengan kekebalan tubuh yang menurun, orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru akan mengalami peningkatan risiko menderita COVID-19 yang serius.

Penyakit ini membuat banyak orang panik karena terjadinya penularan pada banyak sekali orang dalam jangka waktu yang cukup singkat. 

Selain itu vaksin dan obat khusus untuk COVID-19 masih dalam penelitian.
Penyakit ini membuat banyak orang panik karena terjadinya penularan pada banyak sekali orang dalam jangka waktu yang cukup singkat.
Selain itu vaksin dan obat khusus untuk COVID-19 masih dalam penelitian.


MENGAPA BANYAK TERJADI KEPANIKAN DALAM MENGHADAPI BERITA TENTANG COVID-19?

Penyakit ini membuat banyak orang panik karena terjadinya penularan pada banyak sekali orang dalam jangka waktu yang cukup singkat.

Selain itu vaksin dan obat khusus untuk COVID-19 masih dalam penelitian.

Kesimpangsiuran penyampaian berita oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan kemudahan penyebarluasan berita melalui internet menyebabkan ketakutan dan kebingungan semakin melanda.

Tetapi karena sebagian besar penderita COVID-19 sembuh, maka sebaiknya kita menghindari kepanikan tanpa meninggalkan kewaspadaan.


BACA JUGA


BAGAIMANA AGAR SAYA TIDAK TERTULAR SARS-CoV-2?

Cara agar terhindar dari SARS-CoV-2 adalah :

  • menjaga daya tahan tubuh dengan cara :
    • makan makanan yang matang, bersih, dan bergizi,
    • cukup minum,
    • cukup tidur,
    • rutin olahraga,
    • dan mengelola stres
  • tidak menyentuh hidung, mulut, dan mata dengan tangan yang kotor
  • menjaga kebersihan tangan dengan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.
    Jika tidak tersedia, gunakan cairan antiseptik dengan kandungan alkohol minimal 60%
  • membersihkan benda-benda yang sering disentuh seperti gagang telepon, tombol pintu, meja, dll dengan cairan antiseptik
  • hindari berada di sekitar orang yang sakit
  • hindari kontak langsung tanpa Alat Pelindung Diri (sarung tangan, kacamata, sepatu, dll) dengan hewan liar dan hewan ternak
  • berhenti merokok dan berada dekat asap rokok


APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN JIKA SAYA MENDERITA ATAU MUNGKIN MENDERITA COVID-19?

Penderita COVID-19 atau yang mungkin menderita tapi belum menyadarinya, perlu berpartisipasi dalam menghentikan penyebaran COVID-19 :

  • bila sakit, tetaplah berada dalam rumah
  • kenakan masker
  • konsultasi kepada dokter dan tetap kenakan masker selama perjalanan
  • bila sedang dalam masa karantina, patuhilah masa karantina
  • terapkan etika batuk dan bersin
  • membuang dahak di wastafel dan menyiramnya
  • menjaga kebersihan tangan
  • bila tersedia, gunakan toilet yang terpisah dari orang yang sehat
  • hindari pemakaian bersama peralatan makan.

Kesehatan kita adalah hasil kerja sama diri kita sendiri bersama dengan orang-orang di sekitar kita.
Setiap individu memegang peranan yang besar.
Mari kita bersatu dalam aksi agar wabah COVID-19 cepat berlalu.


BAGAIMANA SAYA BISA MENCEGAH TERTULAR COVID-19?

Tidak menyentuh hidung, mulut, dan mata dengan tangan yang kotor merupakan salah satu cara mencegah terkena COVID-19 selain menjaga daya tahan tubuh dan menjaga kebersihan tangan.

Tips agar kita tidak menyentuh hidung, mulut, dan mata :

  • Perhatikan kapan saat kita menyentuh wajah.
    Seringkali orang menyentuh wajah ketika merasa stres, bosan, atau panik.
    Kenali dan atasi pemicunya.
  • Buatlah agar tangan kita selalu sibuk misalnya dengan cara memegang bola kecil.
  • Kenakan kacamata.
  • Kenakan make up bagi wanita karena berdasarkan penelitian, wanita yang mengenakan make up cenderung jarang menyentuh wajahnya.
  • Pasang tulisan pengingat agar tidak menyentuh wajah di tempat yang mudah terlihat.
  • Bila perlu buat rewards dan punishment.
  • Dan agar tetap aman, jagalah kebersihan tangan.


APA ITU ETIKA BATUK?

Seringkali orang batuk atau bersin tanpa menutup mulut dan hidung.
Atau menutup mulut dan hidung dengan tangan dan tidak mencuci tangannya.
Hal ini dapat menyebabkan penularan penyakit jika orang yang batuk atau bersin tersebut sedang sakit.

Etika batuk dan bersin adalah menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tisu.
Buang tisu dalam tempat sampah yang tertutup dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Jika tidak tersedia, gunakan cairan antiseptik dengan kandungan alkohol minimal 60%.
Jika tidak tersedia tisu, ketika batuk atau bersin, palingkan wajah ke lengan atas bagian dalam.

Menerapkan etika batuk dan bersin dapat mencegah banyak penyakit menular seperti COVID-19, SARS, influenza, TB paru, batuk rejan atau pertusis, dan sebagainya.
Mari bersama menerapkan etika batuk di manapun kita berada dan saling mengingatkan.

Berbagi itu indah, tetapi berbagi kuman itu salah.


APAKAH MENCUCI TANGAN ITU ADA CARA KHUSUSNYA?

Menjaga kebersihan tangan merupakan hal yang diperlukan dalam mencegah penyebaran penyakit seperti COVID-19, influenza, diare, hepatitis A, dan lainnya.

Mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir perlu dilakukan selama minimal 20 detik atau kurang lebih dengan menyanyikan lagu Lihat Kebunku.

Basahi tangan dengan air dan bubuhi sabun secukupnya.
Gosok seluruh bagian tangan meliputi telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ujung jari, dan ibu jari.
Bilas dengan air mengalir dan keringkan tangan.

Gunakan siku untuk mematikan keran air atau gunakan tisu bekas mengeringkan tangan untuk menutup keran.


• Sehat itu mudah • Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Gerd Altmann. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply