Sariawan: Ciri-ciri, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati nya

Sariawan adalah penyakit yang tidak berbahaya tetapi sangat mengganggu karena menyebabkan nyeri ketika makan/minum, berbicara, bahkan ketika tidak melakukan apapun.

Ciri-ciri sariawan

Luka pada sariawan biasanya kecil, dangkal, berbentuk lingkaran atau oval, dengan dasar putih atau kekuningan, tepinya berwarna kemerahan.

Sariawan dikenal juga dengan nama canker sore atau stomatitis aphtosa.

Sariawan dapat muncul di seluruh jaringan lunak dalam mulut termasuk di lidah dan bisa saja timbul sekaligus beberapa luka dalam waktu bersamaan.

Kenapa bisa sariawan?

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti sariawan, namun telah diketahui beberapa faktor dan pemicu terjadinya sariawan yaitu :

  • Trauma mekanis yang menyebabkan luka di bagian dalam mulut, lidah, dan gusi, misalnya tergigit ketika makan, terkena sikat gigi, terbentur, terkena makanan yang tajam/ keras, terkena makanan/minuman yang terlalu panas, setelah ke dokter gigi, penggunaan kawat gigi, permukaan gigi yang tajam (gigi patah atau karang gigi), kebiasaan menggigit-gigit bibir/bagian dalam pipi, dll
  • Daya tahan tubuh yang menurun misalnya karena gaya hidup yang tidak sehat (pola makan rendah vitamin, mineral, dan protein, kurang minum, tidak olahraga dan kurang aktif, kurang tidur, stres, cemas berlebih, merokok, dll)
  • Kekurangan vitamin B, asam folat, zinc, dan besi
  • Menderita beberapa penyakit misalnya penurunan daya tahan tubuh atau autoimun, seperti HIV/AIDS, Inflammatory Bowel Diseases, infeksi jamur, infeksi virus, alergi terhadap makanan, dll
  • Fluktuasi hormon-hormon (menstruasi, kehamilan)
  • Area mulut yang kering karena dehidrasi atau sering bernafas dengan mulut.
  • Beberapa jenis obat seperti kemoterapi, antibiotik, pereda nyeri, atau obat epilepsi
  • Menerima radioterapi
  • Menggunakan pasta gigi atau obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate.
  • Reaksi tubuh terhadap beberapa jenis makanan seperti kacang, makanan pedas.

Sariawan berbahaya?

Sariawan tidak menular, tidak memerlukan pengobatan khusus, tidak berbahaya, dan akan sembuh sempurna dalam waktu 1 sampai 2 minggu.


Walaupun tidak memerlukan pengobatan khusus, sariawan seringkali terasa sangat mengganggu sehingga dapat diberikan beberapa jenis terapi
Walaupun tidak memerlukan pengobatan khusus, sariawan seringkali terasa sangat mengganggu sehingga dapat diberikan beberapa jenis terapi


Perlu ke dokter karena sariawan?

Segeralah konsultasikan ke dokter jika :

  • Sariawan tidak terasa sakit
  • Luka pada sariawan yang menyebar dan meluas
  • Muncul sariawan baru sebelum yang lama sembuh tanpa penyebab yang jelas
  • Sariawan tidak kunjung sembuh setelah 3 minggu
  • Luka berukuran besar, terasa sakit tidak tertahankan, kesulitan menelan
  • Disertai dengan demam, lemah, atau penurunan berat badan
  • Muncul segera sesudah meminum obat-obat yang baru
  • Timbul tanda-tanda infeksi di sekitar mulut seperti pembengkakan, keluar nanah/cairan yang tidak biasa.

Sariawan tidak menular, tidak memerlukan pengobatan khusus, tidak berbahaya, dan akan sembuh sempurna dalam waktu 1 sampai 2 minggu


Obat sariawan?

Walaupun tidak memerlukan pengobatan khusus, sariawan seringkali terasa sangat mengganggu sehingga dapat diberikan beberapa jenis terapi seperti :

  • Obat pereda nyeri misalnya paracetamol
  • Beberapa obat sariawan berupa obat kumur, gel, salep, atau obat semprot yang mengandung benzocaine, fluocinonide, hydrogen peroxide
  • Suplemen yang mengandung vitamin B, C, asam folat, zinc, dan besi bila diperlukan
  • Berkumur dengan air garam
  • Mengoleskan madu pada sariawan

Beberapa hal tentang berkumur dengan air garam :

  • Cara membuat larutan air garam sangat mudah.
  • Larutkan ½ sampai dengan 1 sendok teh garam ke dalam 1 gelas (250 cc) air matang hangat.
  • Air hangat dapat membuat lebih nyaman ketika berkumur.
  • Efektivitas air garam tidak berkurang jika menggunakan air biasa.
  • Tarik nafas panjang dan berkumurlah sampai ke bagian belakang tenggorokan selama 30 detik.
  • Buang/ludahkan semua air garam. Terlalu banyak menelan air garam dapat memicu dehidrasi, meningkatkan risiko terkena hipertensi, dan kekurangan kalsium.
  • Ulangi lagi berkumur 2 sampai 3 kali sampai air garam yang disiapkan habis.
  • Lakukan kumur air garam 2 sampai 3 kali setiap hari sampai sariawan sembuh.
  • Selain garam dapur, dapat digunakan garam kosher, garam himalaya, atau dapat diganti dengan baking soda. Cara pembuatan dan pemakaiannya sama dengan air garam.
  • Sebelum menggunakan kumur air garam, ibu hamil, ibu menyusui, dan penderita penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Tips agar terhindar dari sariawan

  • Makanlah makanan yang bergizi dan bervariasi.
  • Kunyahlah makanan dengan baik, hindari makan sambil mengobrol agar tidak tergigit.
  • Perhatikan dan hindari makanan yang memicu sariawan, setiap orang dapat berbeda. Beberapa makanan yang sering memicu sariawan adalah makanan yang terlalu asam, pedas, asin, makanan yang keras dan bertepi tajam seperti kacang, emping, keripik.
  • Hindari makanan/minuman yang terlalu panas.
  • Cukupi kebutuhan cairan dengan cukup minum air putih dan makan makanan yang banyak mengandung air seperti buah semangka, melon, brokoli, dll.
  • Hindari/kurangi minuman yang bersifat diuretik misalnya minuman berkafein (teh, kopi) dan alkohol.
  • Jaga kebersihan mulut dengan teratur sikat gigi dan menggunakan benang gigi. Pilih sikat gigi dengan bulu yang lembut. Jangan menggosok gigi terlalu keras.
  • Hindari merokok.
  • Buang kebiasaan buruk seperti menggigit-gigit bibir dan permukaan dalam pipi.
  • Jaga daya tahan tubuh dengan menjalankan gaya hidup yang sehat.
  • Jangan sembarangan minum obat.
  • Belajarlah mengendalikan stres dan cemas yang berlebihan.

Miliki tubuh dan jiwa yang sehat agar sariawan enggan mendekat.

Sehat itu mudah. Sehat itu murah.

(dr. Susanti, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)









MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(moe engelsrud, pixabay. Pictures are used for representational purpose only)

Tags: dr Santi, dr Susanti, kenapa ya dok?, nanya dok, sariawan

Leave a Reply