Rokok TIDAK Berbahaya Bagi Kesehatan Asal…

Ada pepatah yang mengatakan bahwa rokok sebenarnya tidak berbahaya asalkan tidak dinyalakan dan tidak dihisap.
Pepatah ini ada benarnya karena yang berbahaya bagi kesehatan adalah asap rokoknya.


Ada beberapa jenis asap rokok :

  • Sidestream smoke
    Asap yang terjadi akibat ujung rokok yang terbakar yang tidak dihisap.
  • Mainstream smoke
    Asap rokok yang langsung dihisap oleh perokok melalui rokok yang dinyalakan.
  • Exhaled mainstream smoke
    Asap rokok yang dihisap perokok dan kemudian keluar dari si perokok.

Ketiga jenis asap ini menimbulkan gangguan kesehatan bagi perokok dan orang yang bukan perokok yang menghisap asap rokok ini.

Dari tiga jenis asap ini, sidestream smoke lebih berbahaya daripada mainstream smoke dan exhaled mainstream smoke karena asap ini dihasilkan dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna dan penuh dengan racun-racun, sedangkan pada mainstream smoke dan exhaled mainstream smoke, sebagian racun dari asap rokok sudah ‘disaring’ dengan filter pada rokok dan akan ‘disaring kembali’ di saluran pernafasan perokok, sehingga sebagian besar tertinggal di sana.


Beberapa jenis perokok :

  • Perokok aktif/perokok primer
    Orang yang menghisap asap rokok secara aktif/langsung.
  • Perokok pasif/perokok sekunder
    Orang yang tidak merokok tetapi turut menghisap asap rokok melalui ujung rokok yang sedang terbakar dan atau asap rokok yang dihembuskan keluar oleh si perokok aktif.
  • Perokok tersier/third hand smoker
    Orang yang berada dalam ruangan yang sebelumnya terpapar dengan asap rokok.
    Asap rokok yang telah hilang ternyata menurut penelitian akan tetap meninggalkan racun-racun yang terkandung dalam asap rokok dan racun-racun tersebut akan menempel dalam seluruh bagian dari ruangan tersebut dan juga menempel di pakaian, tubuh, dan rambut si perokok baik perokok aktif maupun perokok pasif yang terpapar asap rokok secara langsung.
    Racun-racun akan masuk ke dalam tubuh perokok tersier melalui udara pernapasan, proses pencernaan, dan kontak kulit langsung dengan benda yang tercemar dengan racun-racun tersebut.
Proses penuaan pada perokok lebih banyak, lebih cepat, dan pada usia lebih dini.
Proses penuaan pada perokok lebih banyak, lebih cepat, dan pada usia lebih dini.


Apakah menjadi perokok primer, perokok sekunder, dan perokok tersier dapat merugikan kesehatan?

Bagi perokok (perokok primer) maupun bukan perokok yang secara langsung maupun tidak langsung turut menghisap asap rokok (perokok sekunder dan perokok tersier), berbagai risiko terkena gangguan kesehatan akan bertambah.


Penyakit yang dapat disebabkan atau diperburuk oleh asap rokok misalnya :

  • Asap rokok dapat mempengaruhi kekentalan darah (darah menjadi kental), meningkatkan kadar kolesterol dalam darah kita, merusak lapisan dalam dari pembuluh darah sehingga mempermudah terjadinya sumbatan dalam pembuluh darah, baik sumbatan karena gumpalan darah yang mengental maupun karena kolesterol yang menumpuk di dinding pembuluh darah.

    Jika yang tersumbat adalah pembuluh darah yang memberi darah ke jantung maka akan terjadi serangan jantung, jika sumbatan terjadi pada pembuluh darah di otak, maka akan terjadi stroke, dan jika sumbatan terjadi di pembuluh darah di ginjal, maka terjadilah gagal ginjal yang akan berlanjut ke tindakan cuci darah.
  • Berbagai jenis kanker (di saluran pernafasan seperti kanker mulut, hidung, tenggorokan, laring, kerongkongan, pankreas, kandung kemih, cervix, darah, hati, dan ginjal.

    Pada studi dengan tikus, paparan asap rokok dapat menyebabkan kanker payudara, studi ini belum selesai, tetapi telah dibuktikan bahwa zat-zat kimia dalam asap rokok dapat mencapai jaringan payudara dan dapat ditemukan dalam air susu ibu).
  • Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), penyakit pada saluran pernafasan yang ditandai dengan adanya kesulitan bernafas, sesak nafas, batuk, lekas lelah, bersifat kronis dan sulit disembuhkan, asma, dan infeksi saluran pernafasan.
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah, merupakan penyakit yang dapat menimbulkan kematian.
  • Masalah seksual, risiko perokok untuk menderita impotensi atau kesulitan mempertahankan ereksi lebih tinggi daripada non-perokok. Hal ini erat kaitannya dengan kerusakan pembuluh darah.

    Angka kesuburan, baik perempuan maupun laki-laki perokok, lebih rendah daripada non perokok.

    Secara umum, wanita perokok akan mengalami menopause lebih cepat daripada wanita non perokok.
  • Rheumatoid arthritis, sebuah gangguan kesehatan pada sendi.
    Sebuah penelitian menyatakan bahwa rokok bertanggungjawab pada satu dari lima kasus Rheumatoid arthritis.
  • Proses penuaan pada perokok lebih banyak, lebih cepat, dan pada usia lebih dini.
  • Demensia, katarak, gangguan pada saraf mata, penyakit gusi, gigi tanggal, hipertiroid, osteoporosis juga lebih buruk pada perokok daripada non perokok.
  • Pada wanita hamil, dapat menyebabkan kelahiran prematur, kematian janin dalam kandungan, berat badan lahir rendah, hamil di luar kandungan, cacat janin, kematian bayi.
  • Pada anak-anak, rokok berkaitan erat dengan batuk kronis, asma, infeksi telinga tengah, dan infeksi saluran pernafasan bawah (bronkitis dan pneumonia).

Menyediakan lingkungan yang bebas asap rokok sama artinya dengan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan orang-orang di sekeliling kita.

Hindarkan diri kita, anggota keluarga, dan teman kita dari asap rokok.

Jangan nyalakan rokok!


• Sehat itu mudah • Sehat itu murah •

(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Patrick Hendry, Steven Giacomelli & Pexels. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply