10 Pereda Batuk Alami yang Ampuh dan Aman

Batuk merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh yang berguna untuk ‘melontarkan’ secara paksa segala sesuatu yang masuk dalam saluran napas manusia yang berpotensi mengganggu kesehatan, misalnya benda yang dapat memicu alergi (alergen), zat iritan, bakteri, virus, atau dan sebagainya.

Bila terasa mengganggu, ada obat-obatan pereda batuk, ada pula pereda batuk yang alami.

Beberapa bahan pereda batuk alami tersedia dalam rumah dan tentunya dapat digunakan dengan mudah.


Jahe

Jahe segar maupun jahe bubuk dapat digunakan sebagai pereda batuk.
Jahe dapat membuat otot-otot di jalan napas mengendur dan meredakan pembengkakan di saluran napas.
Dengan demikian, napas akan terasa lega dan nyaman.

Jahe juga dapat membantu meredakan nyeri karena dapat berfungsi sebagai anti radang.

Selain itu jahe memiliki fungsi sebagai anti bakteri.

Cara konsumsi jahe cukup mudah.
Ambil kira2 satu ruas jari jahe atau 20-40 gram jahe segar.
Rebus atau seduh dengan segelas air panas selama 10-15 menit.
Minum air jahe tersebut selagi hangat.


Madu

Madu dapat diminum secara langsung maupun dicampur dengan air hangat.
Selain itu, madu juga dapat dioleskan ke atas roti seperti selai.
Bisa pula dicampurkan ke dalam air jahe.

Jumlah madu yang dianjurkan adalah sekitar 2 sendok teh.
Pada penderita diabetes, konsumsi madu perlu dikonsultasikan dengan dokter yang merawat.
Hindari konsumsi madu pada anak di bawah 1 tahun.

Batuk merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh yang berguna untuk ‘melontarkan’ secara paksa segala sesuatu yang masuk dalam saluran napas manusia yang berpotensi mengganggu kesehatan. Beberapa bahan pereda batuk alami tersedia dalam rumah dan tentunya dapat digunakan dengan mudah.


Kunyit

Kunyit segar maupun kunyit bubuk dapat membantu meredakan batuk.
Kunyit memiliki fungsi sebagai anti radang, anti oksidan, anti jamur, dan anti bakteri.
Rebus atau seduh dengan air mendidih.
Diamkan beberapa saat, lalu minum airnya selagi hangat.
Tambahkan sedikit lada hitam untuk meningkatkan penyerapan zat aktif dalam kunyit.
Kunyit dapat juga dijadikan sebagai salah satu bahan tambahan dalam bumbu masakan.


Daun Mint

Ambil 15 lembar daun mint segar.
Seduh dengan air panas atau rebus bersama dengan air.
Minum airnya selagi hangat.

Daun mint juga dapat diblender bersama dengan buah.
Cara lain untuk menikmati daun mint adalah dengan menjadikannya sebagai salah satu bahan untuk infused water.
Jika sulit menemukan daun mint segar, gunakan daun mint kering.


BACA JUGA

Jahe segar maupun jahe bubuk dapat digunakan sebagai pereda batuk. Jahe dapat membuat otot-otot di jalan napas mengendur dan meredakan pembengkakan di saluran napas. Dengan demikian, napas akan terasa lega dan nyaman.
Jahe segar maupun jahe bubuk dapat digunakan sebagai pereda batuk. Jahe dapat membuat otot-otot di jalan napas mengendur dan meredakan pembengkakan di saluran napas. Dengan demikian, napas akan terasa lega dan nyaman.


Lemon atau Jeruk Nipis

Lemon atau jeruk nipis dapat dicampurkan ke dalam air hangat atau dapat pula dibuat menjadi infused water.
Perasan lemon atau jeruk nipis dapat dicampur dengan madu, jahe, daun mint, atau serai.
Tambahkan perasan air lemon atau jeruk saat air sudah hangat.
Penambahan di saat air masih panas atau merebusnya akan menurunkan jumlah kandungan vitamin C.


Nanas

Nanas dapat membantu meredakan batuk, terutama batuk yang disebabkan oleh proses alergi dan atau asma.
Kandungan bromelain dalam nanas, terutama bagian tengah nanas, berfungsi sebagai anti radang, anti nyeri, dan membantu mengeluarkan dahak yang membandel.

Nanas dapat dikonsumsi sebagai buah potong atau dibuat menjadi minuman seperti es buah atau jus buah.
Jus nanas juga dapat dibuat dengan menambahkan berbagai bahan pereda batuk yang lain seperti misalnya madu, jahe, lemon, daun mint, dll.


Daun Timi

Daun timi segar 3 tangkai atau 2 sendok teh daun timi kering diseduh dengan air panas. Tutup gelas dan tunggu selama 10-15 menit, kemudian disaring dan dinikmati selagi hangat.
Teh daun timi juga dapat dinikmati bersama dengan madu.


Minuman Hangat atau Masakan Berkuah

Meningkatkan asupan cairan terutama yang hangat pada dasarnya dapat membantu meredakan batuk.
Selain melalui minuman, meningkatkan asupan cairan juga dapat dilakukan dengan konsumsi makanan yang berkuah seperti sup, soto bening, sayur bening, dan lainnya.


Uap Air Hangat

Batuk juga dapat diredakan dengan uap air hangat.
Siapkan air hangat dalam baskom.
Teteskan 7 atau 8 tetes minyak esensial peppermint atau eukaliptus. Bila tidak ada, dapat digunakan minyak kayu putih.

Letakkan kepala di atas baskom.
Perhatikan agar uap panas dari baskom tidak terlalu panas untuk mencegah kulit wajah terluka.
Tutup sekeliling kepala dengan handuk agar uap panas dapat terhirup lebih banyak.
Bernapaslah seperti biasa di atas baskom tersebut.
Uap hangat dan minyak eukaliptus dapat membantu meredakan batuk.


Kumur Air Garam

Ambil segelas air hangat. Gunakan air mineral atau air yang tidak mengandung klorin.
Larutkan ½ sampai ¾ sendok teh garam.
Gunakan larutan ini untuk berkumur.
Buang seluruh air bekas berkumur.
Ulangi berkumur sampai seluruh air habis.
Kumur air garam dapat membantu mengencerkan dan membersihkan dahak di belakang tenggorokan, membunuh kuman, dan meredakan sakit tenggorokan.


Obat Oles Mentol atau Eukaliptus

Obat oles seperti balsam yang mengandung mentol atau eukaliptus dapat meredakan batuk.
Oleskan pada dada, punggung, dan leher.

Bila batuk tidak mereda juga, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.


Segera konsultasi ke dokter bila :

  • batuk tidak reda setelah seminggu dan disertai dengan dahak yang kental, berwarna kuning-hijau
  • batuk berdarah atau dahak berwarna kemerahan
  • terdengar suara mengi disertai dengan demam
  • adanya kesulitan bernapas, sesak, napas pendek
  • dada terasa terhimpit atau nyeri dada
  • pingsan
  • pembengkakan kaki
  • berat badan turun tanpa sebab
  • keringat malam.
• Sehat itu Mudah •
• Sehat itu Murah •

(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)




MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Myriam Zilles & Eiliv-Sonas Aceron . Pictures are used for representational purposes only)

Leave a Reply