Mitos-mitos Seputar Stroke Yang Bisa Menyebabkan Kematian

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia.

Penyakit yang dapat berakibat kecacatan, bahkan dapat mematikan ini dapat menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, bahkan pada waktu yang tidak diduga.

Kerusakan karena stroke dapat terjadi dalam hitungan menit.

Maka penanganan dini sangat penting dalam pengobatan stroke.

Stroke dapat dicegah, diobati, dan tidak akan berakibat kecacatan yang berat bila ditangani dengan tepat dan cepat.

Sayangnya, mitos-mitos seputar stroke masih umum berkeliaran di masyarakat.


Mitos : Stroke hanya menyerang orang yang sudah tua
FAKTA : Stroke Bisa Menyerang Siapa Saja

Banyak orang yang percaya bahwa stroke hanya menyerang orang-orang dengan usia di atas kepala lima.

Faktanya, stroke bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan bayi dan balita sekalipun.

Bedanya, stroke pada anak umumnya disebabkan oleh kelainan yang dibawa sejak lahir, sedangkan pada orang dewasa umumnya disebabkan gaya hidup yang buruk.


Mitos : Stroke tidak bisa dicegah
FAKTA : Stroke BISA Dicegah

Stroke umumnya terjadi karena tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol berlebih, merokok, atau obesitas.

Semua itu bisa dicegah dengan mengubah gaya hidup.

Sudah banyak penelitian yang dilakukan yang menyatakan bahwa gaya hidup yang sehat seperti rutin berolahraga, diet yang sehat, mengontrol berat badan, dan berhenti merokok mampu mengurangi risiko stroke.

Ada dua gejala umum stroke, yakni kelumpuhan dan kemampuan bicara.
Ada dua gejala umum stroke, yakni kelumpuhan dan kemampuan bicara


Mitos : Stroke sulit dikenali
FAKTA : Gejala Stroke Mudah Dikenali

Ada dua gejala umum stroke, yakni
– kelumpuhan dan
– kemampuan bicara.

Orang yang terserang stroke umumnya akan merasakan kelumpuhan di satu sisi badan atau bagian tubuh tertentu seperti wajah, tangan, atau kaki.

Dapat diawali dengan rasa baal dan menurunnya kekuatan anggota tubuh.

Kesulitan untuk bicara dan memahami perkataan orang lain juga salah satu gejala dini stroke.

Gejala lain misalnya kesulitan menelan, vertigo, dan penglihatan buram.

Bila Anda melihat seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah bawa untuk mendapatkan pertolongan medis, sebab kemungkinan besar orang tersebut terserang stroke.

Bila Anda melihat seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah bawa untuk mendapatkan pertolongan medis, sebab kemungkinan besar orang tersebut terserang stroke
Bila Anda melihat seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah bawa untuk mendapatkan pertolongan medis, sebab kemungkinan besar orang tersebut terserang stroke


Baca Juga:



Mitos : Bila gejala stroke sudah berlalu maka sudah tidak apa-apa, sudah aman
FAKTA : Ada kemungkinan gejala itu hanya “Pembukaan” untuk Stroke Sungguhan

“Pembukaan” ini disebut TIA (Transient Ischemic Attack) atau mini-stroke.

TIA (Transient Ischemic Attack) atau mini-stroke jarang diketahui, sehingga sering diremehkan, padahal harus ditanggapi dengan serius.

Sekalipun gejala stroke sudah berlalu, kadang-kadang bisa dilanjutkan dengan serangan stroke sungguhan yang mendadak.

Maka, tetaplah waspada dan panggilah bantuan medis walaupun gejala stroke sudah berlalu.


Mitos : Menusuk jari dan daun telinga bisa merupakan pertolongan pertama pada stroke
FAKTA : Tidak ada gunanya sama sekali. Stroke hanya bisa ditangani oleh petugas medis

Menusuk ujung jari maupun daun telinga, dengan jarum, jarum jahit, peniti, dan sebagainya, tidak akan meredakan, menolong, ataupun mengobati stroke.

Stroke merupakan pecahnya pembuluh darah yang berada dalam otak atau tersumbatnya pembuluh darah dalam otak, sehingga tidak ada gunanya menusuk jari untuk membiarkan darah mengalir.


Tindakan ini sangat tidak disarankan, karena selain dapat menunda waktu yang berharga untuk menangani penderita stroke secepatnya, bila dilakukan secara sembrono, menusuk jari mungkin dapat menyebabkan infeksi dan penularan penyakit seperti Hepatitis B, HIV, dan lainnya.

TIA (Transient Ischemic Attack) atau mini-stroke jarang diketahui, sehingga sering diremehkan, padahal harus ditanggapi dengan serius.

Sekalipun gejala stroke sudah berlalu, kadang-kadang bisa dilanjutkan dengan serangan stroke sungguhan yang mendadak.

dr Santi



Mitos : Stroke bukan penyakit menurun
FAKTA : Memiliki keluarga dengan riwayat stroke meningkatkan risiko terserang stroke

Stroke bersifat multifaktorial, artinya tidak hanya satu faktor saja, dan banyak di antaranya disebabkan oleh penyakit menurun seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Memang stroke tidak secara langsung diturunkan, namun bila Anda menderita penyakit-penyakit tersebut dan diperberat dengan gaya hidup yang buruk, risiko anda terserang stroke akan meningkat drastis.

• Sehat itu mudah • Sehat itu murah •



(Penulis: Rianita Gunawan
Editor: dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)

Updated: Oct 29, 2019







MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Gratisography, tshirtrevolution. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply