Microsleep, Tidur Singkat yang Bisa Sangat Membahayakan

Apa itu microsleep?

Microsleep adalah sebuah episode tidur yang berlangsung kurang dari 30 detik.

Karena episode ini berlangsung sangat singkat, otak bisa saja tidak menyadarinya sebagai tidur.
Dipercaya bahwa saat microsleep terjadi, hanya sebagian otak yang ‘tidur’ sementara bagian otak lain tetap terjaga.

Banyak orang menyebut microsleep sebagai ketiduran.

Perbedaan yang jelas adalah waktunya.
Microsleep terjadi sangat singkat, kurang dari 30 detik, sedangkan ketiduran bisa terjadi dalam waktu yang lebih lama.


Berbahayakah microsleep?

Orang yang mengalami microsleep bisa terlihat menutup seluruh mata seperti orang tidur atau hanya menutup sebagian mata.

Terkadang dapat juga terlihat seperti tidak tidur dan tetap melakukan apa yang sedang dikerjakan, misalnya jika microsleep terjadi ketika seseorang mengemudikan mobil, maka mobil tetap berjalan.
Tetapi karena sebagian otak tidur, maka pekerjaan atau aktivitas yang sedang dilakukan tidak sepenuhnya disadari.
Kewaspadaan dan kemampuan memberi respons menurun.

Ketika microsleep terjadi saat orang tidak membutuhkan kesadaran penuh, misalnya saat menonton televisi, maka hal ini tidak berbahaya.

Tetapi jika orang berada dalam posisi yang membutuhkan kesadaran penuh dan konsentrasi seperti saat mengemudi, mengoperasikan mesin, bekerja dengan instrumen tajam, seperti pisau, gergaji, jarum, dll, maka bisa terjadi kecelakaan baik yang ringan, maupun yang fatal.

Dalam waktu sekejap saja, kecelakaan yang mengerikan dapat terjadi.
Tidak hanya membahayakan orang yang mengalami microsleep, tetapi juga orang yang berada di sekitarnya.

Hanya dibutuhkan waktu sekejap, mulai 3 detik saja, sudah cukup untuk sebuah mobil yang dikendarai dalam keadaan ketiduran sebentar untuk menabrak mobil atau orang di depannya, menghajar pembatas jalan, atau bahkan menyeberang ke jalur berlawanan.
Demikian juga ketika mengoperasikan mesin, dalam waktu yang sangat singkat, microsleep dapat menyebabkan kecelakaan kerja, misalnya orang memotong jarinya sendiri tanpa disadari.


BACA JUGA

Microsleep adalah sebuah episode tidur yang berlangsung kurang dari 30 detik.

Jika orang berada dalam posisi yang membutuhkan kesadaran penuh dan konsentrasi seperti saat mengemudi, mengoperasikan mesin, bekerja dengan instrumen tajam, seperti pisau, gergaji, jarum, dll, maka bisa terjadi kecelakaan baik yang ringan, maupun yang fatal.

dr santi
Pada umumnya microsleep terjadi karena orang kurang tidur. Kurang tidur bisa terjadi jam tidur tidak memenuhi kebutuhan tidur minimal. Kurangnya waktu tidur bisa juga terjadi karena adanya gangguan tidur.
Pada umumnya microsleep terjadi karena orang kurang tidur. Kurang tidur bisa terjadi jam tidur tidak memenuhi kebutuhan tidur minimal. Kurangnya waktu tidur bisa juga terjadi karena adanya gangguan tidur.

Mengapa microsleep bisa terjadi?

Pada umumnya microsleep terjadi karena orang kurang tidur.

Kurang tidur bisa terjadi jam tidur tidak memenuhi kebutuhan tidur minimal, baik karena tidur terlalu malam atau bangun terlalu pagi.
Selain karena tuntutan pekerjaan, tugas sekolah/kuliah, kehidupan sosial, atau sekedar bersenang-senang, kurangnya waktu tidur bisa terjadi karena adanya gangguan tidur misalnya insomnia, Restless Legs Syndrome, dll.

Kurang tidur juga bisa dipicu oleh :

  • berbagai gangguan psikis
    seperti stres, depresi, kecemasan, dll
  • berbagai penyakit fisik kronis yang menyebabkan nyeri atau gejala lain yang mengganggu misalnya :
    • diabetes,
      diabetesi yang mengalami gangguan pada persarafan seringkali mengalami nyeri, rasa panas, kesemutan, baal dan sebagainya yang akan mengganggu tidur
    • kanker,
      penderita kanker sering mengalami keluhan seperti nyeri, sesak napas, batuk, dll yang menyebabkan sulit tidur nyenyak
    • GERD (penyakit asam lambung naik),
      posisi berbaring ketika tidur akan mempermudah asam lambung untuk naik ke atas sehingga gejala-gejala yang tidak enak seperti dada terasa panas seperti terbakar, terasa asam pahit di mulut, sampai rasa sesak napas bisa menyebabkan gangguan tidur
    • berbagai penyakit pada otot dan sendi
      seperti fibromyalgia, arthritis, dll yang menimbulkan nyeri di otot dan persendian
    • berbagai penyakit pada saluran pernapasan
      seperti pilek alergi, sinusitis, asma, dll bisa memicu sulit bernapas yang akan berujung pada gangguan tidur.
    • berbagai keadaan terkait perubahan hormon
      seperti menopause, kehamilan, dll.


Microsleep juga bisa terjadi ketika jumlah jam tidur mencukupi tetapi kualitas tidur tidak cukup bagus.

Hal ini dapat terjadi misalnya pada penderita Obstructive Sleep Apnea (OSA).
Gangguan ini adalah gangguan yang terkait dengan tidur yang paling umum dijumpai.
Hal yang terjadi adalah otot tenggorokan melemas (rileks) sehingga jatuh dan menutup jalan napas.
Terjadilah henti napas. Kadar oksigen dalam tubuh akan menurun dan kadar karbondioksida akan meningkat.
Hal ini akan ‘membangunkan’ otak untuk memaksa tubuh bernapas. Orang akan kembali bernapas.

Karena henti napas berlangsung berkali-kali, maka otak akan ‘bangun’ berkali-kali juga sehingga kualitas tidur akan menurun.
Tanda OSA yang paling mudah dikenali adalah ngorok (mendengkur) ketika tidur.


Hal lain yang bisa memicu terjadinya microsleep adalah gangguan tidur seperti

  • narkolepsi,
    yaitu gangguan pada sistem saraf yang menyebabkan rasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari dan dapat tertidur secara mendadak di mana pun dan kapanpun
  • gangguan irama sirkadian,
    yaitu gangguan pada jam biologis tubuh yang mengatur tidur-bangun, misalnya jetlag, perubahan shift pekerjaan, dll.


Dapatkah obat-obatan menyebabkan microsleep?

Beberapa jenis obat-obatan dapat memicu terjadinya microsleep, misalnya :

  • obat yang menyebabkan susah tidur
  • seperti obat asma, obat sakit kepala, obat depresi, anti kejang, dll
  • obat yang menyebabkan rasa kantuk
  • seperti antihistamin, obat batuk pilek, obat penenang, obat tidur, obat depresi, dll.


Dapatkah microsleep terjadi pada orang yang tidur cukup?

Microsleep juga dapat terjadi ketika orang cukup tidur baik secara kuantitas maupun kualitas) tetapi orang mengerjakan pekerjaan yang bersifat monoton secara berulang selama lebih dari 30 menit.

Aktivitas sama yang dilakukan berulang kali dapat menyebabkan turunnya aktivitas otak dan memicu microsleep.

• Sehat itu Mudah •
• Sehat itu Murah •

(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)

MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Atoms & Siavash Ghanbari. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply