Merokok dan COVID-19

PEROKOK MUDAH TERTULAR COVID-19?

Perokok aktif mengalami peningkatan risiko tertular COVID-19 karena paparan tangan ke wajah lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok.
Aktivitas merokok meningkatkan kemungkinan tangan menyentuh mulut dan hidung.
Seperti diketahui, salah satu cara penularan adalah jika tangan yang belum dicuci menyentuh mulut, hidung, dan mata.
Ketika merokok, tentunya masker akan dibuka sehingga kemungkinan terpapar droplet akan meningkat juga.

Hal yang sama juga berlaku bagi perokok aktif dengan rokok elektronik yang juga dikenal dengan vape.

Peningkatan risiko tertular COVID-19 juga terjadi pada pengguna sisha.
Risiko akan semakin meningkat jika :
– jika satu alat digunakan bersama-sama dengan beberapa orang
– jika alat untuk sisha tidak dibersihkan dengan benar.

Merokok menyebabkan imunitas tubuh menurun dan mekanisme pertahanan pada sepanjang saluran pernapasan termasuk paru-paru memburuk sehingga potensi tertular virus meningkat.


Aktivitas merokok meningkatkan kemungkinan tangan menyentuh mulut dan hidung. Seperti diketahui, salah satu cara penularan adalah jika tangan yang belum dicuci menyentuh mulut, hidung, dan mata.
Aktivitas merokok meningkatkan kemungkinan tangan menyentuh mulut dan hidung. Seperti diketahui, salah satu cara penularan adalah jika tangan yang belum dicuci menyentuh mulut, hidung, dan mata.


JIKA PEROKOK TERKENA COVID-19, KEMUNGKINAN PENYAKIT BERKEMBANG MENJADI PARAH AKAN MENINGKAT JIKA DIBANDINGKAN DENGAN BUKAN PEROKOK

Dari hasil penelitian terhadap 1.099 penderita COVID-19, sebanyak 12,4% perokok meninggal, membutuhkan perawatan di ruang ICU, atau membutuhkan intubasi untuk membantu pernafasan dibandingkan dengan 4,7% penderita yang tidak pernah merokok.

Perokok mengalami gejala yang serius dan parah karena berbagai hal seperti :
• merokok menyebabkan imunitas tubuh menurun karena menurunnya kemampuan mendapat oksigen dan mengeluarkan karbon monoksida, dan menurunnya antioksidan dalam tubuh.
Daya tahan tubuh atau imunitas tubuh yang baik diperlukan untuk mencegah COVID-19. Dan apabila sakit, imunitas yang baik juga mencegah penyakit COVID-19 berkembang menjadi serius.

• merokok menyebabkan silia atau struktur semacam rambut halus dalam saluran nafas menjadi pendek dan menurun fungsinya.
Silia berguna sebagai alat untuk menyapu lendir beserta dengan kotoran dan benda asing (bakteri, virus, dll) yang terperangkap dalam lendir tersebut keluar dari saluran nafas.

• merokok menyebabkan inflamasi atau infeksi yang dapat berakhir menjadi kerusakan jaringan dalam saluran nafas sehingga banyak perokok yang menderita asma, Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), pneumonia, dan sebagainya yang memperburuk COVID-19.

• merokok juga menyebabkan darah menjadi lebih kental dan membuat plak dalam dinding pembuluh darah lebih mudah terbentuk, akibatnya angka penyakit jantung koroner dan stroke akan meningkat. Penyakit ini dapat memperburuk COVID-19.

• merokok meningkatkan risiko terkena diabetes yang merupakan penyakit penyerta (selain penyakit jantung, paru, ginjal, dan hati) yang menyebabkan penderita COVID-19 lebih rentan untuk berkembang menjadi serius dan meninggal.


PEROKOK PASIF

Perokok pasif adalah orang yang menghirup asap dari rokok yang terbakar dan asap yang dihembuskan oleh perokok.

Perokok pasif tidak melakukan aktivitas merokok yang menyebabkan orang lebih sering menyentuh wajahnya seperti pada perokok yang aktif sehingga kemungkinan tertular COVID-19 sama seperti orang yang bukan perokok pasif.
Walaupun demikian, kita harus selalu berusaha untuk tidak menjadi perokok pasif.

Perokok pasif mengalami kerusakan dan gangguan pada tubuh sama seperti pada perokok aktif hanya dalam derajat yang lebih ringan.
Keadaan ini menyebabkan risiko menderita sakit yang parah ketika menderita COVID-19 menjadi meningkat.


Perokok pasif mengalami kerusakan dan gangguan pada tubuh sama seperti pada perokok aktif hanya dalam derajat yang lebih ringan.
Perokok pasif mengalami kerusakan dan gangguan pada tubuh sama seperti pada perokok aktif hanya dalam derajat yang lebih ringan.


AYO BERHENTI MEROKOK SEKARANG!

Sekarang adalah saat yang paling tepat untuk berhenti merokok.

Situasi dan keadaan ekonomi seharusnya membuat orang berpikir ulang jika ingin tetap melanjutkan kebiasaan merokok.

Berhenti merokok merupakan pilihan yang paling baik untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat.

BACA JUGA


TONTON JUGA


BELUM BISA BERHENTI MEROKOK SEKARANG

Beberapa orang dengan berbagai kondisi dan alasannya sendiri, belum dapat berhenti merokok saat ini.

Bagi orang-orang ini, menjaga diri dengan sangat baik agar tidak tertular COVID-19 menjadi sangat penting.

  • Lakukan semua tindakan pencegahan penularan dengan ketat dan konsisten.
  • Jaga kesehatan agar imunitas tubuh menjadi baik.
  • Kendalikan penyakit penyerta lainnya (hipertensi, diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, dan sebagainya) dengan obat-obatan dan gaya hidup.
  • Makanlah setiap hari buah dan sayur yang mengandung vitamin C.
  • Hindari berbagi rokok atau alat untuk merokok dengan orang lain untuk menghindari kemungkinan kontaminasi.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan keringkan tangan sebelum dan sesudah merokok.
  • Berhati-hatilah jika menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol, gosok-gosok seluruh bagian tangan dengan cairan hand sanitizer sampai cairan kering seluruhnya untuk menghindari kemungkinan terbakar.
  • Jangan menghisap asap rokok dalam-dalam.
  • Hindari memegang rokok pada bagian yang mengandung filter karena pada kertas pembungkus bagian ini, beberapa pabrik memberi lubang-lubang kecil yang berfungsi untuk ‘mengencerkan’ asap yang dihisap dengan udara. Jika lubang ini tertutup oleh jari-jari atau bibir, maka fungsinya akan menurun.
  • Hindari rokok dengan berbagai rasa misalnya mentol karena adanya rasa terjadi karena ada tambahan zat kimia yang tentunya akan menambah jumlah zat yang terhisap.
  • Mulailah mencoba mengurangi jumlah rokok yang dihisap dan mengurangi frekuensi merokok.

Selain melindungi diri sendiri, merupakan tanggung jawab perokok untuk melindungi orang lain dari bahaya paparan rokok.
Jangan sampai ada korban lain sebagai perokok pasif dan perokok tersier atau perokok pihak ketiga.

Caranya sangat mudah dan hanya membutuhkan kepedulian saja :
♦ Sedapat mungkin berusaha untuk berhenti merokok.
♦ Merokoklah di luar rumah.
♦ Cari tempat terbuka dan jauh dari orang lain.
♦ Segera mandi dan mengganti pakaian setelah selesai merokok.

• Sehat itu mudah • Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: wild vibes, Nicolas Weldingh & Alexandru-Bogdan Ghita. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply