Menjaga Kesehatan dengan Cuci Tangan yg Benar

Cuci tangan adalah hal yang mudah dan murah tetapi sangat efektif dalam menjaga kesehatan kita.

UNICEF menyatakan 50% kasus malnutrisi terjadi karena kurang adekuatnya ketersediaan air, buruknya sanitasi dan higiene.

Selain itu lebih dari 40% penurunan risiko terkena diare akan terjadi jika anak-anak mencuci tangan dengan sabun sesudah ke toilet atau sebelum makan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, diperkirakan di seluruh dunia, hanya 19% orang yang mencuci tangan sesudah menggunakan toilet.

Selain mencegah berpindahnya kuman, virus, dan parasit, cuci tangan juga melindungi kita dari zat-zat berbahaya yang mungkin ada di tangan kita seperti zat kimia misalnya pestisida, insektisida, logam berat, dan lainnya.


Sebaiknya kita mencuci tangan ketika:

  • sebelum, selama, dan sesudah mempersiapkan makanan
  • sebelum makan
  • sebelum dan sesudah menjaga seseorang yang sakit
  • sebelum dan sesudah merawat luka
  • sesudah menggunakan toilet (buang air besar atau buang air kecil)
  • sebelum memegang dan menyusui bayi
  • sebelum dan sesudah mengganti popok atau membersihkan anak di toilet
  • sebelum dan sesudah membersihkan muntah
  • sesudah membuang ingus melalui hidung dan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin
  • sebelum melepaskan atau memasang lensa kontak
  • sesudah menyentuh binatang
  • sesudah memberi makan binatang peliharaan
  • sesudah membersihkan kotoran binatang peliharaan
  • sesudah pulang dari tempat keramaian seperti pasar, kantor, restoran, atau pusat perbelanjaan
  • sesudah memegang benda atau fasilitas umum seperti uang, meja, pintu, tombol lift, pegangan pada kendaraan umum, bangku, dan lain-lainnya
  • sesudah menyentuh/mengurus sampah
  • sesudah berkebun
  • menggunakan pestisida / insektisida

Cara mencuci tangan yang benar dan yang terbaik adalah dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun


BACA JUGA


VIDEO


Cara mencuci tangan yang benar :

  • Cara yang terbaik adalah dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun.
  • Cucilah tangan selama minimal 20 detik. Jika tidak tersedia jam dinding dan kita sulit membayangkan berapa lama 20 detik itu, maka nyanyikan dalam hati lagu ‘Lihat Kebunku’ karangan Ibu Sud atau lagu Twinkle, Twinkle, Little Star atau 2 kali lagu Happy Birthday.
  • Jika tidak ada air yang mengalir, jangan rendam tangan dalam gayung/wadah air, lebih baik ambil air dan siramkan ke tangan.
  • Beri perhatian pada bagian yang sering terlewatkan ketika membersihkan tangan yaitu ibu jari (dari pangkal sampai ke ujung jari), sela-sela jari, ujung jari termasuk bagian bawah kuku.


Tahap mencuci tangan yang baik dan benar :

  1. Basahi kedua telapak tangan sampai pertengahan lengan bawah memakai air bersih yang mengalir
    ambil sabun secukupnya,
    usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut
  2. Usap dan gosok kedua punggung tangan dan sela-sela jari secara bergantian.
  3. Usap dan gosok jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih.
  4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan kedua tangan dalam posisi saling mengunci.
  5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
  6. Gosok berputar ujung jari-jari tangan kanan di telapak tangan kiri dan sebaliknya.
  7. Bersihkan kedua pergelangan tangan secara bergantian dengan cara memutar, kemudian bilas seluruh bagian tangan dengan air bersih yang mengalir
  8. Keringkan memakai handuk atau tisu.

Cara Mencuci Tangan dengan Benar
Cara Mencuci Tangan dengan Benar


Jika kita berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun, gunakan alternatif lain dengan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) yang mengandung setidaknya 60% alkohol atau menggunakan tisu basah.

Hanya saja hal ini tidak dapat menggantikan air dan sabun sepenuhnya karena hand sanitizer hanya menghilangkan beberapa jenis kuman dan tidak dapat menghilangkan atau membersihkan zat kimia yang berbahaya seperti pestisida, insektisida, dan logam berat.

Dan cara ini tidak dapat digunakan pada tangan yang terlihat kotor atau berminyak.


Cara mencuci tangan dengan cairan pembersih tangan :

  1. Pada orang yang memiliki alergi, baca dan pastikan seluruh kandungan bahan yang ada dalam cairan pembersih tangan tidak ada yang dapat memicu alergi.
    Sebaiknya pilih yang tidak mengandung pewangi.
  2. Bersihkan tangan dengan tisu dan keringkan tangan.
  3. Siapkan sejumlah cairan/gel yang cukup untuk seluruh permukaan tangan dan punggung tangan atau ikuti sesuai dengan anjuran dalam setiap produk.
  4. Basahi seluruh bagian tangan (telapak tangan, punggung tangan, setiap jari, sela jari, bawah kuku, pergelangan tangan) dan gosok-gosok seluruh bagian tangan sampai tangan kering.
  5. Secepatnya mencuci tangan dengan air dan sabun ketika memungkinkan.
  6. Jauhkan dari jangkauan dan pandangan anak, terutama cairan pembersih tangan yang memiliki pewangi.

    Jika tertelan anak dalam jumlah sedikit, misalnya dijilat, tidak terlalu berbahaya. Tetapi jika tertelan dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan gejala yang sama dengan keracunan alkohol yaitu turunnya kadar gula darah, melambatnya denyut jantung dan pernafasan.

    Jika anak masih dalam keadaan sadar penuh, berikan minuman manis tapi jika anak tidak sadar penuh bawa segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

Mari kita berperan secara aktif menjaga kesehatan diri sendiri dengan mencuci tangan secara benar.

Tidak hanya itu, mencuci tangan (ketika kita sedang sakit) juga mencegah penularan penyakit ke orang lain.

Mari saling berbagi kebahagiaan dan menularkan semangat kerja, bukan saling berbagi sakit penyakit.

Bagikan cerita tentang “cuci tangan” kepada orang yang disayangi.
Berbagi cerita itu indah. Berbagi kuman itu salah.


• Sehat itu mudah • Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Medical Center KG, Myriams-Fotos, purpleshorts. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply