Masker Berkatup, Keren Tapi Impoten Lawan Covid

Masker dengan katup baik di pinggir maupun di tengah masker menjadi hal yang trending saat ini.

Adanya penambahan katup membuat pemakai merasa nyaman. Ketika pemakai menghembuskan napas, katup pada masker akan langsung mengeluarkan udara pernapasan sehingga tidak terasa panas, lembab, atau sesak napas.
Adanya katup membuat harga menjadi lebih mahal dan seolah-olah masker lebih canggih dan lebih baik fungsinya.

Tetapi pemakaian masker dengan katup tidak ada gunanya sama sekali dalam melawan penularan COVID-19.

Katup akan langsung mengeluarkan udara pernapasan yang dihembuskan bersamaan dengan seluruh droplet tanpa melalui proses penyaringan.
Akibatnya jika pemakai masker berkatup adalah penderita COVID-19 yang tidak bergejala (asimptomatik) atau yang belum menunjukkan gejala sakit karena masih dalam masa inkubasi (presimptomatik), droplet yang tercemar virus penyebab COVID-19 dapat ikut keluar bersamaan dengan udara pernapasan tanpa melalui penyaringan apapun.
Droplet ini akan menginfeksi orang lain di sekitarnya.

Padahal esensi utama pemakaian masker adalah untuk melindungi orang lain dari kemungkinan tertular virus dari si pemakai. Sesuai dengan slogan ‘Maskerku melindungimu. Maskermu melindungiku’.
Walaupun tentunya juga memberikan perlindungan kepada pemakainya.


BACA JUGA

Masker berkatup memberikan perlindungan bagi pemakai karena udara yang dihirup mengalami proses penyaringan tetapi tidak bagi orang di sekitarnya, karena udara yang dihembuskan tidak mengalami proses penyaringan.

Mengingat proporsi penderita COVID-19 yang tidak bergejala cukup besar di Indonesia, sekitar 80%, maka orang yang merasa dan terlihat sehat belum tentu bebas COVID-19.

Jika pemakaian masker berkatup meluas, maka potensi penularan COVID-19 akan meningkat.

Orang yang menderita COVID-19 bisa saja tidak menunjukkan gejala sakit apapun, merasa sehat, terlihat sehat, tetapi berpotensi menularkan COVID-19 kepada orang-orang di sekitarnya seperti orang serumah, rekan kerja, orang yang dijumpai dalam transportasi umum, dan lainnya.
Memakai masker berkatup akan menyebabkan droplet mereka keluar dan berpotensi menyebabkan orang-orang di sekitarnya tertular COVID-19.


Jika tidak berguna, mengapa masker berkatup diproduksi?

Masker dengan katup atau vent atau ventilasi disebut juga masker exhaust. Katup yang ada berguna untuk membuat nyaman bagi penggunanya karena udara pernapasan akan langsung keluar tanpa ditahan atau disaring oleh masker. Pemakai akan merasa nyaman, tidak sesak napas, tidak lembab, dan tidak panas.

Katup ini membuka satu arah, ke arah luar, sehingga ketika pemakai menarik nafas, katup ini tertutup.
Udara yang masuk akan mengalami penyaringan, sebaliknya udara yang keluar akan langsung keluar tanpa disaring.

Jadi masker berkatup melindungi pemakai dari berbagai partikel debu, logam, bakteri, atau virus sesuai dengan jenis kemampuan filtrasi masker yang dipakai.

Masker ini digunakan pada tempat yang tidak membutuhkan lingkungan yang steril seperti di pertambangan, di daerah industri, di tempat yang panas, berdebu, berasap.

Pemakaian masker dengan katup tidak ada gunanya sama sekali dalam melawan penularan COVID-19.

Pemakaian masker tidak dapat menggantikan protokol lainnya seperti menjaga jarak setidaknya 1 meter, menjaga kebersihan tangan dan benda-benda yang sering disentuh, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menghindari tempat tertutup yang sirkulasi udaranya buruk, dan penuh dengan orang.

Melakukan seluruh protokol pencegahan COVID-19 secara benar dan konsisten akan meluputkan kita dan orang terdekat kita dari COVID-19.

Masker medis di luar fasilitas kesehatan dan laboratorium, disarankan untuk digunakan oleh penderita COVID-19 baik yang bergejala maupun yang tidak, orang yang merawat penderita COVID, orang dengan penyakit penyerta, lansia di atas 60 tahun, atau sesuai dengan anjuran dokter.
Masker medis di luar fasilitas kesehatan dan laboratorium, disarankan untuk digunakan oleh penderita COVID-19 baik yang bergejala maupun yang tidak, orang yang merawat penderita COVID, orang dengan penyakit penyerta, lansia di atas 60 tahun, atau sesuai dengan anjuran dokter.

Jadi masker apa yang harus saya pilih?

Dalam rangka mencegah meluasnya COVID-19, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian masker oleh masyarakat :

  • Terbuat dari kain minimal 3 lapis.
  • Bahan masker sebaiknya bukan dari bahan yang elastis.
  • Kain yang menempel dekat wajah sebaiknya terbuat dari bahan yang menyerap air misalnya katun.
  • Sebaiknya pilih yang berwarna putih agar mudah terlihat jika kotor.
  • Kain yang berada di luar sebaiknya terbuat dari kain yang tahan terhadap air misalnya polyester atau campuran katun dan polyester.
  • Ukuran masker sesuai dengan ukuran wajah yang dapat menutupi seluruh hidung, mulut, dagu, dan sebagian besar pipi.
  • Tali pengait masker harus cukup ketat sehingga masker menempel erat pada wajah.
  • Tidak berkatup.
  • Masker medis di luar fasilitas kesehatan dan laboratorium, disarankan untuk digunakan oleh penderita COVID-19 baik yang bergejala maupun yang tidak, orang yang merawat penderita COVID, orang dengan penyakit penyerta, lansia di atas 60 tahun, atau sesuai dengan anjuran dokter.

Bagaimana cara memakai dan melepas masker?
  • Sebelum dan sesudah memakai masker, selalu cuci tangan.
  • Kaitkan masker pada kedua telinga.
    Atau ikat jika masker memiliki tali panjang. Ikatan harus nyaman dan pas agar tidak perlu lagi memperbaiki ikatan masker yang telah terpasang.
  • Sesuaikan kawat masker (jika ada) pada bentuk hidung.
  • Tarik masker agar menutupi dagu.
  • Sebelum dan sesudah melepas masker, selalu cuci tangan.
  • Ketika melepas masker, jangan menyentuh masker.
    Lepaskan hanya dengan menyentuh kait atau tali pengikat masker.

Kapan perlu memakai masker?

Memakai masker tidak terbatas hanya jika ingin keluar rumah saja.
Masker perlu dikenakan saat berada bersama dengan orang lain yang tidak tinggal dalam satu rumah, misalnya saat menerima tamu di rumah.

Masker medis perlu dikenakan ketika berada bersama dengan orang lain yang serumah jika sedang menderita COVID-19 baik yang bergejala maupun tidak.

Pemakaian masker tidak dapat menggantikan protokol lainnya seperti menjaga jarak setidaknya 1 meter, menjaga kebersihan tangan dan benda-benda yang sering disentuh, tidak menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, menghindari tempat tertutup yang sirkulasi udaranya buruk, dan penuh dengan orang.

Menjauhlah dari orang yang memakai masker berkatup.

Melakukan seluruh protokol pencegahan COVID-19 secara benar dan konsisten akan meluputkan kita dan orang terdekat kita dari COVID-19.


• Sehat itu mudah •
• Sehat itu murah •

(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










Informasi dalam artikel ini akurat pada waktu penerbitan. Namun, karena situasi seputar COVID-19 terus berkembang, ada kemungkinan beberapa data telah berubah sejak dipublikasikan. Walaupun KenapaYaDok.com selalu menjaga agar informasi kami tetap sesuai dengan perkembangan, kami mendorong pembaca untuk tetap mendapat informasi tentang berita dan rekomendasi dengan menggunakan CDC, WHO, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai sumbernya.
MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

The information in this story is accurate as of press time. However, as the situation surrounding COVID-19 continues to evolve, it’s possible that some data have changed since publication. While KenapaYaDok.com is trying to keep our stories as up-to-date as possible, we also encourage readers to stay informed on news and recommendations for their own communities by using the CDC, WHO, and their local public health department as resources.
THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Rottonara & Alexas Fotos. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply