Kenali Hepatitis A – Gejala Hingga Penyebabnya

Apa itu Hepatitis A?

Hepatitis A merupakan peradangan sel-sel hati karena virus hepatitis A.
Sebelum virus menimbulkan gejala penyakit pada penderita, virus ini akan melewati masa inkubasi lebih dulu.

Masa inkubasi virus hepatitis A antara 15 sampai 50 hari, rata-rata 28 hari.


Gejala-gejala Hepatitis A

Gejala-gejala yang dirasakan yaitu :

  • mual, muntah
  • diare
  • nafsu makan menurun
  • sakit perut terutama di sebelah kanan atas perut
  • urine berwarna gelap
  • tinja berwarna pucat atau seperti dempul
  • kulit dan bagian putih dari mata berwarna kekuning-kuningan
  • demam
  • nyeri sendi
  • lemas

Pada umumnya gejala-gejala penyakit hanya dirasakan oleh orang dewasa dan anak berusia di atas 6 tahun.
Anak di bawah usia 6 tahun yang terkena hepatitis A biasanya tidak memberikan gejala sehingga infeksi sering tidak terdeteksi.

Walaupun tidak memberikan gejala, penderita hepatitis A ini tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain.


Kenali Hepatitis A

Jika terserang hepatitis A, tubuh akan memberikan perlawanan dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Pengobatan yang diberikan hanyalah berguna untuk meringankan gejala-gejala yang dialami seperti obat-obat untuk mengatasi mual atau sakit perut, menjaga asupan gizi, termasuk menjaga asupan cairan dan elektrolit yang terbuang ketika muntah dan diare.

  • Sebaiknya diberikan makanan yang tinggi protein dan rendah lemak.
  • Cukupi kebutuhan cairan dan hindari alkohol.
  • Tentunya dibutuhkan istirahat agar dapat mempersingkat proses penyembuhan.

Virus hepatitis A sangat jarang berkembang menjadi kronik.
Walaupun jarang, hepatitis A dapat menimbulkan gagal hati dan kematian terutama jika penderita berusia di atas 50 tahun atau secara bersamaan juga menderita jenis penyakit hati lainnya.

Setelah orang yang terkena hepatitis A menjadi sembuh, dia akan mendapatkan kekebalan seumur hidupnya terhadap hepatitis A.

Walaupun tidak memberikan gejala, penderita hepatitis A ini tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain.



Penderita hepatitis A harus menjaga perilakunya agar tidak menularkan virus kepada orang lain.

Masa yang paling berpotensi menular adalah masa ketika virus sudah menginfeksi penderita sampai sebelum gejala-gejala muncul.
Orang dewasa yang sebelum menderita hepatitis A dalam keadaan sehat, tidak lagi berpotensi menularkan virus setelah 2 minggu sejak sakit.

Anak-anak dan orang dewasa yang sebelum menderita hepatitis A menderita penurunan sistem imunitas tubuh (misalnya pada penderita HIV) akan tetap berpotensi menularkan virus hepatitis a sampai 6 bulan.


Pencegahan hepatitis A yang sangat efektif adalah dengan menjaga kebersihan tangan. 
Virus ini menular melalui jalur fecal-oral (tinja-mulut) yang artinya penularan terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan virus hepatitis A.
Pencegahan hepatitis A yang sangat efektif adalah dengan menjaga kebersihan tangan.
Virus ini menular melalui jalur fecal-oral (tinja-mulut) yang artinya penularan terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan virus hepatitis A.



Jalur Penyebaran virus Hepatitis A

Jalur penyebaran virus ini terutama melalui jalur fecal-oral (tinja-mulut) yang artinya penularan terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan virus hepatitis A.

Kontaminasi makanan ini dapat terjadi kapanpun selama proses menanam, memanen, memasak, sampai menyajikan makanan.

Penderita hepatitis A harus menjaga perilakunya agar tidak menularkan virus kepada orang lain.
Masa yang paling berpotensi menular adalah masa ketika virus sudah menginfeksi penderita sampai sebelum gejala-gejala muncul.


Cara Pencegahan

Maka cegahlah hepatitis A dengan cara :

  • Menjaga kebersihan tangan
    Cucilah seluruh bagian tangan (telapak tangan, punggung tangan, sela jari, ujung jari, bawah kuku, setiap jari tangan, dan pergelangan tangan) dengan air hangat yang mengalir dan sabun selama minimal 20 detik.

    Cucilah tangan sebelum makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, sesudah BAB dan BAK, sesudah mengganti popok, sebelum menyusui bayi, sebelum memberi makan bayi, dan sesudah berkebun.
  • Menjaga kebersihan alat-alat makan yang digunakan
    Cucilah alat makan dengan sabun dan air mengalir. Simpan di tempat yang tertutup
  • Menjaga kebersihan makanan
    Simpan makanan dalam tempat yang tertutup.

    Hindari jajan sembarangan, terutama di daerah di mana angka kejadian hepatitis A tinggi, atau di tempat di mana sanitasi dan kebersihan belum terjaga dengan baik.
    Jika terpaksa harus jajan, pilihlah makanan yang langsung dimasak ketika dipesan.

    Hindari makanan mentah baik makanan laut maupun sayur-sayuran.

    Pilih buah yang berkulit seperti pisang, jeruk, atau salak. Jika buah harus dikupas dengan pisau, kupaslah sendiri.

    Hindari minum air atau es yang tidak jelas sumber airnya.
    Jika ingin minum minuman dingin, pilih minuman dalam kemasan yang didinginkan bersama kemasannya. Buka tutup kemasan ketika akan diminum.

    Pisahkan makanan mentah dan makanan matang.
  • Hindari makanan/minuman beku, makanan setengah matang, atau makanan mentah
    Masak makanan atau air minum sampai di atas 85 derajat Celcius sampai mendidih dan matikan api setelah 1 menit kemudian.
    Jika kebersihan air diragukan, matikan api setelah 3 sampai 5 menit sejak mendidih.
  • Gunakan air matang yang terjamin kebersihannya untuk memasak dan sikat gigi.
  • Berhati-hati ketika tinggal serumah atau merawat penderita hepatitis A.
  • Hindari hubungan seksual dengan penderita terutama anal sex dan oral sex.
  • Vaksinasi terhadap hepatitis A.
  • Jaga kebersihan mainan anak-anak terutama yang sering dimasukkan ke dalam mulut.
  • Jaga kebersihan lingkungan.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

• Sehat itu mudah • Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)

updated Dec 5, 2019







MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Myriams-Fotos, RyanMcGuire, . Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply