Kenali dan Cegah Asam Urat

Asam urat adalah senyawa yang secara alami ada dalam tubuh manusia.
Asam urat merupakan sisa hasil proses metabolisme purin.

Dahulu asam urat dianggap tidak ada gunanya, tetapi studi yang dilakukan akhir-akhir ini memberi perspektif yang berbeda. Kemungkinan asam urat berfungsi sebagai antioksidan. Tentunya hasil ini masih membutuhkan penelitian yang lebih jauh.

Purin dimetabolisme di hati, menghasilkan sisa metabolisme berupa asam urat yang akan masuk ke dalam aliran darah untuk diserap kembali dan sebagian dibuang.

Purin dapat berasal dari :

  • makanan atau minuman yang dikonsumsi
  • sel-sel tubuh.

Makanan/minuman yang tinggi kadar purin adalah :

  • daging merah
  • kaldu
  • seafood
  • jeroan
  • minuman beralkohol
  • minuman manis yang mengandung sirup fruktosa.

Asam urat dibuang dari tubuh :

  • 70% melalui urine ketika berkemih
  • 30% melalui feses ketika BAB.


BACA JUGA:

Minuman manis yang mengandung sirup fruktosa termasuk dalam makanan/minuman yang tinggi kadar purin.
Minuman manis yang mengandung sirup fruktosa termasuk dalam makanan/minuman yang tinggi kadar purin.

Dalam tubuh, kadar asam urat dianggap normal jika berada di bawah angka
• 6 mg/dL pada wanita dan
• 7 mg/dL pada pria.
Angka ini dapat berbeda-beda pada setiap laboratorium tergantung pada alat tes yang digunakan.
Pemeriksaan ini dilakukan melalui pengambilan darah.
Kadar asam urat juga dapat diperiksa melalui pengambilan urin.

Kadar asam urat pada setiap orang dapat berbeda-beda bahkan dalam hari yang sama.
Kadar asam urat tergantung dari jumlah purin yang dimetabolisme dalam tubuh, baik yang berasal dari dalam tubuh maupun yang berasal dari asupan makanan/minuman.

Kadar asam urat dapat meningkat :

  • produksi asam urat meningkat
  • ekskresi (pembuangan) asam urat menurun
  • gabungan antara peningkatan produksi asam urat dan penurunan ekskresi asam urat.

Peningkatan kadar asam urat dalam darah disebut sebagai hiperurisemia.

Faktor risiko terjadinya hiperurisemia :

  • terlalu banyak konsumsi makanan/minuman yang tinggi purin
  • berat badan berlebih atau kegemukan
  • adanya penyakit seperti hipertensi, gangguan ginjal, diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, kanker, dll
  • pemakaian obat-obatan tertentu seperti diuretik, aspirin, obat kanker,obat penekan imun, dll
  • jenis kelamin laki-laki dan wanita sesudah menopause
  • ada riwayat penyakit gout dalam keluarga
  • adanya kerusakan otot atau sel dalam jumlah besar misalnya setelah menjalani operasi atau terkena trauma, sesudah olahraga/aktivitas yang ekstrem berat.

Hiperurisemia tidak selalu berujung pada penyakit.
Hanya ⅓ penderita hiperurisemia yang bergejala.
Sebagian besar penderita tidak menyadari tingginya kadar asam urat dalam darah.



Selain karena pola makan yang salah, peningkatan asam urat seringkali merupakan petunjuk adanya :

  • gout
  • gangguan pada ginjal
  • kanker atau terjadinya metastasis (penyebaran kanker).

Walaupun hiperurisemia bukanlah sebuah penyakit, keadaan ini perlu diperhatikan karena hiperurisemia dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bila kondisi ini dibiarkan begitu saja. Jumlah asam urat yang berlebihan akan memicu pembentukan kristal asam urat.
Gangguan kesehatan dapat timbul akibat menumpuknya kristal asam urat.

Kristal asam urat dapat mengendap di :

  • sendi-sendi dan menyebabkan gout
  • ginjal dan menyebabkan batu ginjal
  • bawah kulit dan menyebabkan tophus (bila lebih dari satu disebut tophi).
• Sehat itu mudah •
• Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










Informasi dalam artikel ini akurat pada waktu penerbitan. Namun, karena situasi seputar COVID-19 terus berkembang, ada kemungkinan beberapa data telah berubah sejak dipublikasikan. Walaupun KenapaYaDok.com selalu menjaga agar informasi kami tetap sesuai dengan perkembangan, kami mendorong pembaca untuk tetap mendapat informasi tentang berita dan rekomendasi dengan menggunakan CDC, WHO, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai sumbernya.
MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

The information in this story is accurate as of press time. However, as the situation surrounding COVID-19 continues to evolve, it’s possible that some data have changed since publication. While KenapaYaDok.com is trying to keep our stories as up-to-date as possible, we also encourage readers to stay informed on news and recommendations for their own communities by using the CDC, WHO, and their local public health department as resources.
THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Imani Bahati. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply