World Heart Day 2020

Tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia.
Tema tahun 2020 adalah Use Hearts to Beat Cardiovascular Diseases.

Hearts di sini merupakan singkatan dari :
Healthy lifestyle : Counselling on tobacco cessation, diet, physical activity, alcohol use and self-care
Evidence-based treatment protocols : Simple, standardized algorithms for clinical care
Access to essential medicines and technology : Access to a core set of affordable medicines and basic technology
Risk-based management : Total cardiovascular risk assessment, treatment and referral
Team care and task-sharing : Decentralized, community-based and patient-centered care
Systems for monitoring : Patient data collection and program evaluation.

Penekanan dilakukan pada promosi pentingnya cek kardiovaskular secara berkala untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Penyakit-penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor 1 sedunia dan menyebabkan 17,9 juta kematian setiap tahunnya.
Sekitar 4 dari 5 kematian yang terjadi akibat penyakit kardiovaskular terjadi karena serangan jantung dan stroke.
Sebanyak 75% dari kematian akibat penyakit kardiovaskular terjadi di negara dengan pendapatan rendah sampai menengah.


Penyakit-penyakit kardiovaskular (cardiovascular diseases) merupakan berbagai penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah yang meliputi :
  • penyakit pada jantung yang meliputi :
    • penyakit atau kelainan pada katup jantung dan otot jantung
      misalnya kelainan bawaan, penyakit jantung rematik, gagal jantung, dll
    • penyakit atau gangguan pada kelistrikan jantung
      misalnya takikardia, bradikardia, aritmia, dll
  • penyakit pada pembuluh darah yang meliputi :
    • penyakit pada pembuluh darah di jantung
      misalnya penyakit jantung koroner, serangan jantung, dll
    • penyakit pada pembuluh darah di otak
      misalnya stroke
    • penyakit pada pembuluh darah tepi (pembuluh darah yang mengurus tungkai atas dan tungkai bawah)
      misalnya Deep Vein Thrombosis (DVT), aneurisma, dll.

Berbagai faktor mempengaruhi terjadinya penyakit kardiovaskular misalnya :
  • faktor sosioekonomi : arus globalisasi dan urbanisasi, kondisi perumahan, keadaan keuangan, tingkat edukasi, dll
  • gaya hidup yang tidak sehat seperti pola makan yang salah, malas olahraga, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • belum meratanya ketersediaan teknologi yang murah, mudah diakses, dan akurat untuk memeriksa berat badan, lingkar pinggang, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan lainnya
  • riwayat penyakit sebelumnya dan riwayat penyakit pada keluarga
  • usia, jenis kelamin, dan ras
  • kurangnya sanitasi dan pola hidup bersih.


Merasa sehat dan terlihat sehat tidak selalu berarti sehat sepenuhnya.

Banyak gangguan kesehatan yang tidak memberikan gejala yang jelas.

Deteksi dini sangat penting agar setiap gangguan kesehatan dapat diatasi secepatnya sehingga komplikasi penyakit, kecacatan, dan kematian dapat dihindari.

Jangan takut untuk memeriksakan diri.

Untuk apa menyimpan bom waktu jika kita dapat dengan segera memadamkan sumbunya?

dr Santi
Vaksinasi terhadap Influenza dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung (sumber: World Heart Federation)
Vaksinasi terhadap Influenza dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung (sumber: World Heart Federation)
Sekitar 80% dari penyakit-penyakit kardiovaskular dapat dicegah.
Tindakan pencegahan meliputi :
  1. Gaya hidup sehat seperti :
    • pola makan rendah garam, rendah gula, rendah lemak jahat, serta tinggi serat dapat menurunkan risiko terkena berbagai gangguan kesehatan seperti hipertensi, diabetes, kegemukan, kolesterol berlebih yang semuanya berujung pada penyakit kardiovaskular
    • aktif bergerak dan rutin olahraga
    • cukup tidur
    • mengelola stres
    • menghindari kebiasaan merokok (dan berada di dekat asap rokok) dan minum minuman beralkohol
    • menjaga kebersihan diri dan lingkungan
    • mendapatkan vaksinasi.
  2. Penerapan protokol pemeriksaan dan pengobatan yang sederhana dan terstandar di berbagai fasilitas kesehatan.
  3. Kepatuhan dan keseriusan menangani penyakit yang telah ada dengan :
    • rutin minum obat sesuai anjuran dokter,
    • kontrol ke dokter dan laboratorium secara berkala,
    • segera mencari pertolongan bila ada tanda kegawatdaruratan seperti :
      sesak nafas, nyeri dada, keringat dingin, mual, batuk berdarah, lengan lemah sebelah, sulit berbicara, wajah tidak simetris, dll.
  4. Pemeriksaan kesehatan secara berkala walaupun merasa dan terlihat sehat. Pemeriksaan setidaknya terdiri dari :
    • penimbangan berat badan
    • pengukuran lingkar perut
    • pemeriksaan tekanan darah
    • pemeriksaan kadar gula darah
    • pemeriksaan kadar lemak darah (kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida).

BACA JUGA:
Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok - Worldheart.org
Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. (Sumber: Worldheart.org)

Merasa sehat dan terlihat sehat tidak selalu berarti sehat sepenuhnya.
Banyak gangguan kesehatan yang tidak memberikan gejala yang jelas.
Deteksi dini sangat penting agar setiap gangguan kesehatan dapat diatasi secepatnya sehingga komplikasi penyakit, kecacatan, dan kematian dapat dihindari.

Mengatasi gangguan kesehatan tidak selalu berarti harus minum obat-obatan.
Beberapa keadaan hanya membutuhkan perubahan gaya hidup saja.

Jangan takut untuk memeriksakan diri.
Untuk apa menyimpan bom waktu jika kita dapat dengan segera memadamkan sumbunya?

• Sehat itu mudah •
• Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










Informasi dalam artikel ini akurat pada waktu penerbitan. Namun, karena situasi seputar COVID-19 terus berkembang, ada kemungkinan beberapa data telah berubah sejak dipublikasikan. Walaupun KenapaYaDok.com selalu menjaga agar informasi kami tetap sesuai dengan perkembangan, kami mendorong pembaca untuk tetap mendapat informasi tentang berita dan rekomendasi dengan menggunakan CDC, WHO, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai sumbernya.
MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

The information in this story is accurate as of press time. However, as the situation surrounding COVID-19 continues to evolve, it’s possible that some data have changed since publication. While KenapaYaDok.com is trying to keep our stories as up-to-date as possible, we also encourage readers to stay informed on news and recommendations for their own communities by using the CDC, WHO, and their local public health department as resources.
THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Worldheart.org & World Heart Federation. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply