Lebih Gaul dan Aman dengan Rokok Alternatif?

Adakah jenis rokok yang aman?


Lights Cigarettes

Bagaimana dengan rokok yang bertuliskan light, mild, atau low tar?

Penelitian membuktikan bahwa rokok light atau low tar tidak lebih aman dibandingkan dengan rokok biasa.

Risiko terkena kanker pada rokok light atau low tar sama dengan rokok biasa.

Walaupun industri rokok menyatakan bahwa dalam rokok ultralight atau ultralow tar biasanya hanya mengandung tar sebanyak 7 miligram atau kurang, dan rokok light atau low tar biasanya mengandung 8-14 mg tar, sementara rokok biasa mengandung 15 mg tar atau lebih.

Tetapi hasil pengukuran ini didapat dengan menggunakan mesin.

Sementara pada praktiknya cara orang menghisap rokok berbeda-beda sehingga keakuratan pernyataan kandungan tar menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

Bahkan seringkali karena merasa aman dengan pernyataan light atau low tar, maka perokok cenderung akan menghisap lebih banyak rokok dan hirupan asap akan menjadi lebih dalam.

Ahli tembakau dari World Health Organization, Edouard Tursan d’Espaignet, mengatakan bahwa satu sesi shisha dapat menjadi sama dengan merokok sebanyak 20 sampai 30 rokok sekaligus.
Ahli tembakau dari World Health Organization, Edouard Tursan d’Espaignet, mengatakan bahwa satu sesi shisha dapat menjadi sama dengan merokok sebanyak 20 sampai 30 rokok sekaligus.


Shisha (Hookah, Goza, Narghile)

Shisha sempat menjadi trend yang populer di kalangan anak muda di Indonesia.

Shisha merupakan gaya merokok tembakau yang mula-mula ada di Timur Tengah dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, dengan menggunakan tabung atau pipa yang berisi air yang dihubungkan dengan selang untuk menghirup asapnya.
Tembakau akan dimasukkan, diberi tambahan macam-macam rasa, seperti rasa buah, permen, dsb, dan dipanaskan.

Orang beranggapan karena ada air, maka air akan menyaring semua racun yang ada.

Tetapi ternyata hal itu tidak benar karena racun yang tersaring dalam air hanya sedikit sekali dan tidak signifikan.

Dalam shisha terkandung kadar racun-racun dalam jumlah yang tinggi seperti karbon monoksida, nikotin, tar, dan logam berat.

Jadi shisha sama berbahayanya seperti rokok biasa, bahkan karena cara penggunaannya berbeda, asap yang dihirup akan lebih banyak.

Dalam 1 sesi merokok shisha, perokok akan menghirup 90.000 mililiter asap sementara 1 batang rokok hanya 500 sampai 600 mililiter asap.

Ahli tembakau dari World Health Organization, Edouard Tursan d’Espaignet, mengatakan bahwa satu sesi shisha dapat menjadi sama dengan merokok sebanyak 20 sampai 30 rokok sekaligus.


Orang seringkali percaya bahwa e-cigs lebih aman daripada rokok tradisional karena hanya mengandung nikotin dan tidak mengandung racun lainnya.

Benarkah?


Apakah e-cigs lebih aman daripada rokok biasa masih menjadi sebuah kontroversi yang menunggu hasil dari banyak riset yang sedang berjalan.



Baca Juga:
Start Hidup Baru Tanpa Rokok – Jurus Ampuh Lawan Rokok


Rollies (Rokok Linting)

Rokok yang dilinting sendiri dengan tangan.

Orang seringkali menganggap karena bukan buatan pabrik, maka rokok linting lebih alami sehingga tidak, atau kurang berbahaya dibandingkan dengan rokok biasa.

Pada kenyataannya, jenis rokok ini bahkan membawa resiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker laring, esofagus, mulut, dan faring jika dibandingkan dengan rokok buatan mesin.

Sebuah studi yang dipublikasikan di The Journal Addiction Biology mengkonfirmasi bahwa rokok linting sama berbahayanya dengan rokok buatan pabrik.

Orang seringkali percaya bahwa e-cigs lebih aman daripada rokok tradisional karena hanya mengandung nikotin dan tidak mengandung racun lainnya. Benarkah?
Orang seringkali percaya bahwa e-cigs lebih aman daripada rokok tradisional karena hanya mengandung nikotin dan tidak mengandung racun lainnya. Benarkah?


Electronic Cigarette (E-cigs, Vape)

Electronic cigarette merupakan peralatan yang menggunakan baterai yang terlihat seperti rokok atau seperti pulpen.

Akhir-akhir ini penjualan e-cigs meningkat dengan pesat karena rasanya bermacam-macam, seperti rasa permen karet, rasa buah-buahan, dan lainnya. Demikian pula bentuknya yang menarik perhatian dengan warna-warni yang bagus.

Dengan demikian, usia pemakai e-cigs menjadi lebih muda.

Orang seringkali percaya bahwa e-cigs lebih aman daripada rokok tradisional karena hanya mengandung nikotin dan tidak mengandung racun lainnya.

Perokok reguler sering memakai e-cigs sebagai tahap untuk berhenti merokok.

Benarkah?

The American Cancer Society tidak dapat merekomendasikan e-cigs untuk membantu orang berhenti merokok karena sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas keamanan dan efektivitasnya.

Dalam pemakaiannya, ketika cairan di dalam e-cigs dipanaskan mereka akan melepaskan asetaldehid dan formaldehid yang dikenal sebagai racun.

Perasa dalam larutan itu juga bisa jadi beracun.
Beberapa perasa mengandung zat kimia yang disebut diacetyl, bahan yang dapat membahayakan paru-paru jika terhirup.

Dan karena mengandung nikotin, maka akan dijumpai pula efek-efek kecanduan nikotin.

Penelitian menunjukkan bahwa e-cigs dapat menyebabkan perubahan pada paru-paru jangka pendek yang terlihat sama dengan yang disebabkan oleh rokok biasa.

Efek jangka panjang masih belum jelas karena masih membutuhkan banyak riset.

Apakah e-cigs lebih aman daripada rokok biasa masih menjadi sebuah kontroversi yang menunggu hasil dari banyak riset yang sedang berjalan.


Adakah Rokok Alternatif yang Aman?

Kesimpulannya adalah tidak ada rokok alternatif yang benar-benar aman.

Satu-satunya cara supaya terhindar dari bahaya merokok adalah dengan tidak merokok.

Cobalah berhenti merokok.

Bila tidak mampu, carilah fasilitas kesehatan yang menyediakan konsultasi berhenti merokok.

Berhentilah merokok secepatnya sebelum rokok menghentikan nafasmu.

(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)



MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: thomasbishara, rabedirkwennigsen, rolandmey. Pictures are used for representational purpose only)

Tags: dr Santi, dr Susanti, kenapa ya dok?, nanya dok, rokok, light, mild, low tar, Shisha, Hookah, Goza, Narghile, WHO, Rollies, Rokok Linting, Electronic Cigarette, E-cigs, Vape, The American Cancer Society

Leave a Reply