Cegah Stroke dengan “CERDAS”

Setiap 6 detik, 1 orang meninggal akibat stroke & setiap detik ada kasus baru stroke di seluruh dunia.

STROKE DAPAT DICEGAH & DAPAT DIOBATI!
Cegah stroke dengan “CERDAS”:


C – Cari & Kendalikan Faktor Risiko Stroke

  • Faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah:
    • Hipertensi,
    • Kolesterol yang tinggi,
    • Diabetes,
    • Kelebihan berat badan dan kegemukan,
    • Pola makan yg buruk,
    • Merokok,
    • Kurang olahraga,
    • Gangguan tidur,
    • Sindroma metabolik.
  • Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan adalah:
    • Umur,
    • Gender,
    • Ras,
    • Riwayat stroke dalam keluarga.


E – Enyahkan Stres

Stres menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon yang merangsang sistem saraf simpatis yang dalam jangka waktu lama dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

Stres meningkatkan 2 sampai 3 kali lipat risiko terkena stroke.

Rutinlah berolahraga terutama yang bersifat aerobik
Rutinlah berolahraga terutama yang bersifat aerobik


R – Rajin Berolahraga

  • Rutinlah berolahraga terutama yang bersifat aerobik seperti
    • jalan cepat,
    • lari,
    • sepeda,
    • renang
  • Olahraga yang bersifat aerobik dapat:
    • meningkatkan kinerja jantung dan paru,
    • mengendalikan berat badan,
    • menjaga tekanan darah,
    • memperbaiki profil kolesterol,
    • meningkatkan sensitivitas insulin sehingga dapat menjaga kadar gula darah,
    • memperbaiki kemampuan berpikir,
    • menjaga mood, dan
    • memperbaiki pola tidur
  • Disarankan olahraga minimal mencapai 150 menit/minggu terbagi dalam minimal 3 kali per minggu.


Setiap 6 detik, 1 orang meninggal akibat stroke & setiap detik ada kasus baru stroke di seluruh dunia.

STROKE DAPAT DICEGAH & DAPAT DIOBATI!

Cegah stroke dengan “CERDAS”

dr Santi


D – Diet Seimbang

Pola makan yang lengkap (mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral) dan dalam jumlah yang seimbang dapat menurunkan risiko stroke.

Perbanyak asupan serat (sayur dan buah) & kurangi makanan/minuman yang tinggi gula, garam, dan lemak jahat.



BACA JUGA :

Mitos-mitos Seputar Stroke Yang Bisa Menyebabkan Kematian


A – Awasi Tekanan Darah

Sekitar 60 sampai 80% kejadian stroke dimulai dengan hipertensi.

Hipertensi seringkali tidak memberikan gejala sehingga orang tidak menyadari bahwa ia menderita hipertensi.
Hanya 50% orang yang mengidap hipertensi menyadari bahwa dirinya hipertensi.

Maka periksalah tekanan darah secara teratur.

Bila menderita hipertensi kendalikan dengan pola hidup seperti

  • kelola stres,
  • rutin olahraga,
  • aktif bergerak,
  • batasi konsumsi garam dan lemak jahat,
  • tingkatkan asupan serat (sayur dan buah),
  • berhenti merokok, dan
  • kendalikan berat badan.

Bila tidak dapat dikendalikan, perlu tambahan obat penurun tekanan darah. Minumlah sesuai anjuran dokter.


S – Singkirkan Rokok

Merokok, baik aktif maupun pasif, meningkatkan risiko terkena penyakit pembuluh darah (seperti stroke, penyakit jantung koroner) 2 sampai 3 kali lipat.

Merokok menyebabkan timbulnya timbunan plak dalam pembuluh darah dan mengurangi elastisitas pembuluh darah.
Hal ini menyebabkan sumbatan dalam pembuluh darah.

Bila sumbatan terjadi di:

  • pembuluh darah otak, maka akan terjadi stroke,
  • pembuluh darah jantung, maka akan terjadi penyakit jantung koroner dan serangan jantung.


(dr. Susanti, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)




MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Pictures are used for representational purpose only)

Tags:
dr Santi, dr Susanti, kenapa ya dok?, nanya dok, stroke, hipertensi, kolesterol, stress, olah raga

Leave a Reply