Cara Meneteskan Obat Tetes Mata yang Efektif

Beberapa gangguan pada mata membutuhkan obat berupa obat tetes mata.
Agar dapat bekerja dengan optimal, obat tetes mata harus diteteskan pada mata dengan cara yang tepat. Walaupun tampak mudah, jika dilakukan dengan cara yang salah maka obat tidak dapat terserap dengan baik sehingga mengurangi efektivitas obat.


Cara meneteskan obat tetes mata yang tepat :

πŸ‘‰ Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

πŸ‘‰ Periksa tanggal kadaluarsa obat tetes mata.

πŸ‘‰ Kocok botol bila dalam kemasan ditulis instruksi untuk mengocok botol sebelum digunakan.

πŸ‘‰ Buka penutup botol.

πŸ‘‰ Buka kacamata atau lensa kontak yang dipakai.
Lensa kontak tetap dapat dipakai jika obat tetes mata bertujuan untuk melembabkan lensa kontak atau sesuai instruksi dokter.

πŸ‘‰ Duduk atau berbaring dengan kepala mendongak dan memandang ke arah langit-langit.

πŸ‘‰ Gunakan jari telunjuk untuk menarik kelopak mata bawah sehingga terbentuk kantong antara kelopak mata dan mata.

πŸ‘‰ Posisikan botol sekitar 2 sampai 3 cm di atas bola mata dengan ujung botol menghadap ke bawah.

πŸ‘‰ Teteskan obat pada kantong yang terbentuk antara kelopak mata bawah yang ditarik dan bola mata.

πŸ‘‰ Tekan botol perlahan agar satu tetesan obat jatuh. Atur jumlah tetesan sesuai dengan instruksi.

πŸ‘‰ Segera lepaskan jari pada kelopak mata dan tutup mata secara perlahan.

πŸ‘‰ Hindari menutup/mengedipkan mata dengan kencang dan jangan juga berkedip-kedip agar obat tidak keluar dari mata atau tersapu ke saluran air mata.

πŸ‘‰ Tekan sudut mata yang di dekat hidung agar saluran air mata tertutup sehingga obat tidak mengalir ke belakang hidung.
Hal ini juga dapat mengurangi rasa pahit atau rasa tidak nyaman yang sering terasa pada lidah saat menggunakan obat tetes mata.

πŸ‘‰ Dalam keadaan mata tertutup dan jari menekan sudut mata dekat hidung, hadapkan kepala ke lantai selama 2 sampai 3 menit untuk memberi waktu bagi penyerapan obat.

πŸ‘‰ Setelah 2-3 menit, sisa obat atau mungkin air mata dapat dihapus dengan tisu.

πŸ‘‰ Tutup botol obat dengan hati-hati.

πŸ‘‰ Bila perlu menggunakan 2 macam tetes mata atau lebih, beri jeda 5 sampai 10 menit.

πŸ‘‰ Bila perlu menggunakan salep mata dan tetes mata, gunakan obat tetes mata lebih dahulu, tunggu 5 sampai 10 menit baru gunakan salep tetes mata.
Cara ini membuat penyerapan obat tetes mata lebih baik karena tidak terhalang oleh salep mata.

πŸ‘‰ Cuci tangan kembali dengan sabun dan air mengalir.


BACA JUGA:

Kesalahan yang sering terjadi dalam memakai obat tetes mata, seperti tetesan obat jatuh di pipi, meneteskan obat berulangkali karena tidak terasa masuk ke dalam mata, sampai berkedip-kedip sehingga obat tersapu atau terbuang ke saluran air mata.
Kesalahan yang sering terjadi dalam memakai obat tetes mata, seperti tetesan obat jatuh di pipi, meneteskan obat berulangkali karena tidak terasa masuk ke dalam mata, sampai berkedip-kedip sehingga obat tersapu atau terbuang ke saluran air mata.


β€œDalam keadaan mata tertutup dan jari menekan sudut mata dekat hidung, hadapkan kepala ke lantai selama 2 sampai 3 menit untuk memberi waktu bagi penyerapan obat.

Terlalu cepat membuka mata sehingga obat belum diserap sempurna.
Atasi dengan menyetel alarm misalnya pada fitur alarm di handphone atau setel 1 lagu yang berdurasi 2 menit”

dr Santi


Kesalahan yang sering terjadi dalam memakai obat tetes mata :

πŸ‘€ Ujung dalam botol obat terkena bulu mata, jari, atau meja sehingga tercemar.

πŸ‘€ Tetesan obat jatuh di pipi.
Hal ini dapat disiasati dengan meneteskan botol pada kantong yang terbentuk jika jari membuka kelopak mata bagian bawah.
Agar mudah teteskan obat bagian mata yang dekat pelipis.

πŸ‘€ Menekan botol obat terlalu kuat atau berkali-kali sehingga jumlah tetesan melebihi anjuran.

πŸ‘€ Meneteskan obat berulangkali karena tidak terasa masuk ke dalam mata.
Hal ini dapat diatasi dengan cara memasukkan obat tetes mata sebentar dalam kulkas agar cairan menjadi lebih dingin sehingga lebih mudah dirasakan ketika diteteskan.

πŸ‘€ Mengedipkan mata terlalu kuat sehingga tetesan obat akan mengalir keluar dari mata.

πŸ‘€ Berkedip-kedip sehingga obat tersapu atau terbuang ke saluran air mata.

πŸ‘€ Terlalu cepat membuka mata sehingga obat belum diserap sempurna.
Atasi dengan menyetel alarm misalnya pada fitur alarm di handphone atau setel 1 lagu yang berdurasi 2 menit.

πŸ‘€Tidak menutup botol obat dengan baik sesudah digunakan sehingga dapat tercemar dan berpotensi tumpah.

β€’ Sehat itu mudah β€’
β€’ Sehat itu murah β€’
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Timur Romanov & Eleanor. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply