10 Cara Mudah Mengurangi Asupan Gula

Banyaknya kemajuan teknologi dan penggunaan gadget membuat hidup menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Dulu jika ingin makan soto ayam orang harus pergi ke pasar berbelanja bahan-bahan untuk membuat soto, pulang dan memasak. Setelah sejumlah waktu dan tenaga dihabiskan, semangkuk soto ayam siap dinikmati.

Sekarang, seluruh proses dipermudah.
Hanya dengan menggunakan gadget, soto ayam diantar ke depan rumah tanpa menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membuatnya.

Jika tetap ingin memasak pun, bahan belanjaan dapat dipesan dan diantar ke rumah dengan semua bahan dan bumbu-bumbu sudah berada dalam keadaan siap dimasak.

Kemudahan ini membuat konsumsi makanan jajanan meningkat.

Penjual makanan akan berusaha agar penjualan meningkat.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menambah jumlah gula, garam, dan lemak agar makanan/minuman lebih lezat.

Asupan gula, garam, dan lemak yang berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Berbagai minuman yang digemari masyarakat sarat dengan kandungan gula.
Minuman manis seperti es, minuman boba, kopi, atau teh dan juga berbagai makanan jajanan manis seperti martabak, donat, roti, biskuit hampir selalu mengandung banyak sekali gula di dalamnya dan ini dapat membuat orang ketagihan dan sulit berhenti makan.

Asupan gula tambahan dalam 1 hari sebaiknya tidak melebihi 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan.

Asupan gula tambahan yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan seperti gigi berlubang, peningkatan berat badan, penyakit jantung, stroke, hipertensi, kanker, peningkatan kadar trigliserida dalam darah yang memicu perlemakan hati, dan penurunan imunitas tubuh.

BACA JUGA:
60 Nama Lain Gula
8 Hal Tentang Gula dari Kaca Mata Dokter
Alasan Singapura Larang Iklan Minuman Manis

‘Berbagai minuman yang digemari masyarakat sarat dengan kandungan gula

Asupan gula tambahan dalam 1 hari sebaiknya tidak melebihi 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan.

Asupan gula tambahan yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan’



Tips menjaga asupan gula agar tidak berlebih :

  • Gantilah makanan/minuman manis tanpa zat gizi lain dengan yang lebih sehat seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dll.
    Sediakan makanan sehat di tempat yang mudah terlihat dan mudah dijangkau.
  • Pilih selalu porsi kecil untuk setiap makanan/minuman manis yang dikonsumsi.
    Gunakan wadah yang kecil (piring, gelas, atau mangkuk) dan alat makan yang kecil (sendok/garpu yang kecil)
  • Jika masih ingin makan porsi yang kedua, tundalah sejenak dan minum segelas air putih.
    Cara sederhana ini bisa menurunkan keinginan untuk menambah porsi yang kedua.
    Cara lain adalah dengan mengunyah permen karet rasa mint agar mulut terasa segar dan keinginan untuk makan akan segera mereda.
  • Hindari makan/minum sambil mengerjakan hal lain seperti bekerja, menonton, dan sebagainya.
    Fokuslah pada kegiatan makan saja dan nikmatilah setiap suap sehingga kita merasa puas dan tidak makan berlebihan.
  • Hindari membeli dan menyimpan makanan/minuman manis.
    Konsumsi akan meningkat jika kita menyediakannya dalam rumah atau dalam laci meja kerja.
    Jika terpaksa harus membeli dan menyimpan, letakkan (sembunyikan) di tempat yang tidak mudah diakses dan tidak mudah terlihat.

Hindari makan/minum sambil mengerjakan hal lain seperti bekerja, menonton, dan sebagainya.
Fokuslah pada kegiatan makan saja dan nikmatilah setiap suap sehingga kita merasa puas dan tidak makan berlebihan.
Hindari makan/minum sambil mengerjakan hal lain seperti bekerja, menonton, dan sebagainya.
Fokuslah pada kegiatan makan saja dan nikmatilah setiap suap sehingga kita merasa puas

dan tidak makan berlebihan.
  • Buat diri menjadi sibuk dan asyik dengan sesuatu selain makan/minum, misalnya memiliki hobi yang harus dikerjakan dengan tangan, melukis, mengerjakan kerajinan tangan, bermain musik, atau hobi yang tidak bisa dikerjakan sekaligus dengan aktivitas makan/minum misalnya bernyanyi.
  • Buat jurnal makanan dengan mencatat semua asupan makanan/minuman sepanjang hari.
    Bacalah dalam jurnal tersebut apa saja yang sudah dikonsumsi pada hari itu sebelum memutuskan untuk makan/minum sesuatu yang manis.
    Mencatat dan membaca seluruh asupan makanan/minuman membuat kita menyadari berapa banyak asupan kita dan membuat kita berpikir ulang untuk menambah asupan kita.
  • Biasakan selalu membaca label nutrisi dalam kemasan.
    Selain gula pasir, kandungan gula tambahan juga ada dalam gula jagung, gula aren, gula kastor, dll.
    Tidak semua gula tambahan ditulis dengan nama gula, bisa pula disebut dengan glukosa, dekstrosa, maltosa, fruktosa, sakarosa.
    Nama lain yang juga sering digunakan adalah sirup beras, sirup sorgum, sirup jagung, sirup anggur, dll.
    Agar mudah, perhatikan kandungan dengan kata gula (sugar), kandungan dengan kata sirup (syrup), jus (juice), atau bahan yang berakhir dengan -osa (atau ose), seluruhnya ini adalah nama lain dari gula.
  • Selalu aktif bergerak dan rutin olahraga agar :
    • hormon kenyang dan hormon lapar dapat bekerja dengan baik
    • menjaga mood agar stabil dan baik
    • menjaga kesimbangan kalori agar terhindar dari kenaikan berat badan
    • menjaga sensitivitas insulin agar dapat bekerja dengan baik
    • memanfaatkan waktu kita agar tidak terbuang percuma hanya dengan duduk-duduk, tidak produktif, dan biasanya akan berakhir dengan aktivitas ngemil.
  • Cukup tidur dan mengelola stres dengan bijak dapat membuat kita lebih dapat mengendalikan keinginan untuk makan/minum yang manis-manis.

Hendaknya bijak dalam konsumsi gula. Semua yang masuk dalam mulut kita tidak hanya berakhir di toilet saja, tapi akan membawa dampak bagi tubuh kita.

Terlalu banyak konsumsi makanan/minuman manis akan berujung dengan kepahitan hidup berupa penyakit yang menggerogoti.

• Sehat itu mudah • Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)









MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: RitaE, dolvita108. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply