Khawatir Bau Mulut Tidak Sedap Saat Berpuasa Hanya Karena Dehidrasi?

Banyak orang yang khawatir dengan bau mulutnya secara berlebihan padahal mulutnya tidak berbau atau baunya hanya minimal saja.
Di sisi lain, banyak pula orang yang tidak menyadari bau mulutnya.

Orang sulit menyadari bau yang keluar dari tubuhnya sendiri.
Untuk mengatasi hal ini, maka mintalah sahabat dekat atau anggota keluarga untuk menilai bau mulut kita.

Dehidrasi merupakan penyebab utama dari bau mulut.

Saat berpuasa, orang sering mengalami dehidrasi ringan tanpa disadari.
Dehidrasi akan terjadi jika orang yang berpuasa tidak mencukupi kebutuhan cairan harian di luar waktu puasa. Misalnya asupan cairan (melalui makanan dan minuman) tidak mencukupi, mulai saat berbuka sampai sebelum tidur dan saat sahur.

Mekanisme dehidrasi lainnya adalah pengeluaran cairan tubuh secara berlebihan.
Cairan tubuh kita bisa terbuang melalui proses pernapasan, berkemih, buang air besar, buang air kecil, dan atau berkeringat.

Terbuangnya cairan tubuh bisa terjadi pula saat muntah.


Tips agar terhindar dari bau mulut akibat dehidrasi saat berpuasa :
  • Cukupi kebutuhan cairan harian dengan minum air saat sahur, berbuka sampai sebelum tidur.
  • Makan makanan yang banyak mengandung air seperti sup, soto, sayur bening, buah-buahan, dan sayur-sayuran.
  • Selain menambah asupan cairan, makan buah dengan mengunyah (bukan dibuat menjadi jus) membantu merangsang produksi air liur dan membersihkan gigi dan mulut.
  • Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman berenergi, dll.
    Kafein dapat meningkatkan frekuensi berkemih sehingga berpotensi menimbulkan dehidrasi. Selain itu kafein juga menurunkan produksi air liur. Akibatnya mulut akan bertambah kering dan menimbulkan bau tidak sedap.

Saat hendak berolahraga, agar tidak berkeringat secara berlebihan maka :
  • hindari olahraga dengan intensitas yang tinggi
  • hindari terlalu lama berolahraga
  • pilih olahraga dalam ruang agar terhindar dari sinar matahari
  • jika olahraga di luar ruang/rumah, usahakan dilakukan di tempat yang teduh
  • perhatikan suhu ruang, aliran udara, dan pakaian yang dikenakan.

Banyak orang yang khawatir dengan bau mulutnya secara berlebihan padahal mulutnya tidak berbau atau baunya hanya minimal saja.
Di sisi lain, banyak pula orang yang tidak menyadari bau mulutnya.

Orang sulit menyadari bau yang keluar dari tubuhnya sendiri.

dr santi
Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman berenergi, dll. Kafein dapat meningkatkan frekuensi berkemih sehingga berpotensi menimbulkan dehidrasi. Selain itu kafein juga menurunkan produksi air liur. Akibatnya mulut akan bertambah kering dan menimbulkan bau tidak sedap.
Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman berenergi, dll. Kafein dapat meningkatkan frekuensi berkemih sehingga berpotensi menimbulkan dehidrasi. Selain itu kafein juga menurunkan produksi air liur. Akibatnya mulut akan bertambah kering dan menimbulkan bau tidak sedap.

Selain menghindari dehidrasi, bau mulut juga dapat ditanggulangi dengan cara :
  • Cermat memilih jenis makanan.
    Makanan yang berbau tajam seperti bawang putih, bawang merah, jengkol, petai, durian, dll.
  • Batasi atau hindari makanan yang berpotensi lengket di gigi seperti biskuit, roti, dodol, dll.
  • Batasi makanan dengan kandungan gula.
  • Berkumur dengan air minum setelah makan.
  • Membersihkan gigi, gusi, dan lidah dengan baik setidaknya 2 kali sehari.
  • Menggunakan benang gigi dan sikat lidah setidaknya 1 kali sehari.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung probiotik dan prebiotik.
  • Batasi makanan yang terlalu asin, pedas, dan gurih.
  • Menghindari rokok, termasuk shisha atau rokok elektrik/vape.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyamarkan bau mulut :
  • Makan makanan yang aromanya menyegarkan, misalnya mengunyah daun mint, daun peterseli, daun seledri, daun sirih, dll.
  • Berkumur dengan obat kumur.
    Pilih obat kumur tanpa kandungan alkohol. Karena alkohol dapat membuat mulut menjadi kering dan kemudian akan berbau tidak sedap.
  • Berkumur dengan air.
  • Makan permen atau permen karet bebas gula ketika sahur atau saat berbuka.
    Makan permen atau permen karet dengan kandungan xylitol. Xylitol dapat menekan pertumbuhan bakteri dalam gigi serta membantu mencegah kerusakan gigi dan gusi.

Jika semua tips di atas sudah dicoba dan tidak membuahkan hasil, segera kunjungi tenaga kesehatan untuk mencari penyebab dan penanggulangannya.

Selamat berpuasa.

• Sehat itu mudah •
• Sehat itu murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)

MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Alexander Krivitskiy & fancycrave1. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply