Mengenali Asupan Karbohidrat yang Tepat untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes yang kerap disebut sebagai diabetesi dianjurkan untuk membatasi asupan karbohidrat.

Bagi banyak orang, yang termasuk dalam golongan karbohidrat hanyalah nasi, roti, kue, mie, kwetiau, bihun, singkong, ubi, dan sebagainya.
Padahal sebetulnya buah dan sayur pun tergolong sebagai karbohidrat.

Sebagian diabetesi bingung karena buah selama ini dianggap makanan sehat dan perlu dikonsumsi.

Terkait dengan pembatasan karbohidrat, tentunya edukasi mengenai bagaimana cara konsumsi buah yang aman bagi diabetesi menjadi sangat penting dalam tata kelola diabetes.

Buah tidak perlu dihindari karena walaupun mengandung karbohidrat, buah juga mengandung vitamin, mineral, dan serat yang berfaedah bagi kita.

Jenis karbohidrat sangat berpengaruh dalam pemilihan makanan untuk diabetesi.


Karbohidrat yang sehat

Pilihan jenis karbohidrat yang sehat adalah karbohidrat kompleks seperti :

  • Biji-bijian (beras, oat, jagung, jelai, bulgur, selasih, chia seed)
  • Sayur-sayuran
  • Buah-buahan
  • Kacang-kacangan dan polong-polongan (kacang kenari, almond, kacang tanah, kacang polong, kacang merah, kacang kedelai, kacang hitam, dll).

Karbohidrat kompleks menyebabkan rasa kenyang dapat lebih bertahan lama.

Poin positif lainnya adalah karena jenis ini lambat dicerna oleh tubuh maka pelepasan hasil pencernaan, salah satunya gula (glukosa) ke dalam darah akan berlangsung secara perlahan.
Akibatnya kadar gula dalam darah relatif akan lebih stabil dan tidak melonjak tinggi sesudah makan.


Karbohidrat yang tidak sehat

Pilihan karbohidrat yang tidak sehat adalah karbohidrat sederhana yang meliputi makanan yang terbuat dari tepung putih dan atau gula (gula pasir, gula jawa, sirup, madu, dll) seperti roti putih, kue kering, kue basah, minuman manis, dll.

Karbohidrat sederhana dicerna tubuh dengan mudah dan cepat.
Akibatnya tidak lama setelah makan, orang akan merasa lapar lagi.

Pelepasan hasil pencernaan termasuk gula ke dalam darah akan berlangsung dengan cepat.
Gula tersebut akan membanjiri darah dan menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi.
Tentunya lonjakan tinggi ini sedapat mungkin dihindari dalam mengelola diabetes.

Selain peningkatan kadar gula dalam darah, asupan karbohidrat sederhana dapat memicu penambahan berat badan, menurunkan imunitas tubuh, dan meningkatkan berbagai macam gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, kanker, dll.

Tetapi tidak selamanya karbohidrat sederhana menjadi musuh yang perlu dijauhi oleh diabetesi.

Konsumsi karbohidrat sederhana bisa membawa manfaat bagi diabetesi apabila sedang mengalami hipoglikemia atau kadar gula dalam darah menurun.


BACA JUGA

Penderita diabetes dianjurkan untuk membatasi asupan karbohidrat.

Bagi banyak orang, yang termasuk dalam golongan karbohidrat hanyalah nasi, roti, kue, mie, kwetiau, bihun, singkong, ubi, dan sebagainya.

Padahal sebetulnya buah dan sayur pun tergolong sebagai karbohidrat.

dr santi
Buah lebih baik dikunyah karena mekanisme mengunyah akan membantu mengirim sinyal kenyang ke otak. Dan proses mengunyah membuat diabetesi merasa ‘sedang makan.  Akibatnya membantu menjaga jumlah cemilan yang dimakan.
Buah lebih baik dikunyah karena mekanisme mengunyah akan membantu mengirim sinyal kenyang ke otak. Dan proses mengunyah membuat diabetesi merasa ‘sedang makan. Akibatnya membantu menjaga jumlah cemilan yang dimakan.

Bagaimana dengan Buah?

Walaupun buah merupakan jenis karbohidrat yang sehat, diabetesi sebaiknya tidak sembarangan makan buah.

Pengetahuan tentang kadar gula dalam buah akan membantu diabetesi untuk menentukan jumlah buah yang bisa dikonsumsi dengan aman.


Cara mudah untuk menentukan konsumsi buah untuk diabetesi.

Biasanya, semakin kecil ukuran buah dan semakin manis rasanya, semakin tinggi kadar gulanya. Jadi batasi buah seperti anggur, kelengkeng, duku, rambutan, leci, dll.

Untuk buah yang berukuran besar, seperti semangka, melon, pepaya, jumlah gula akan meningkat sesuai dengan tingkat kematangannya.
Semakin matang buah, semakin manis rasanya, semakin tinggi kadar gulanya.

Semakin asam atau kecut rasa buah, semakin sedikit kadar gulanya, misalnya jeruk nipis, jeruk lemon, beri (stroberi, bluberi, raspberi, dll), kiwi, dll.
Buah kering seperti kismis, kurma kering, mangga kering, dll mengandung banyak gula.

Manisan buah juga mengandung banyak gula.
Demikian pula dengan asinan buah.

Buah kalengan pada umumnya mengandung banyak gula tambahan.
Upaya membuang atau membilas buah kaleng tersebut, tidak banyak membawa hasil karena buah dalam kaleng telah menyerap gula yang ditambahkan.

Jadi bila ingin makan buah dalam kaleng, bacalah label kandungan gula tambahan di kemasan dan hitunglah dengan cermat.
Pilihan lain adalah buah dalam kaleng yang berisi air, bukan gula.

Buah beku aman dikonsumsi sepanjang termasuk jenis buah yang tidak terlalu banyak mengandung gula dan tidak ditambahkan gula sepanjang proses pembekuan.

Jus buah sebaiknya dihindari karena kandungan gula yang tinggi.

Buah lebih baik dikunyah karena mekanisme mengunyah akan membantu mengirim sinyal kenyang ke otak.
Dan proses mengunyah membuat diabetesi merasa ‘sedang makan’.
Akibatnya membantu menjaga jumlah cemilan yang dimakan.

Apabila sedang tidak ingin mengunyah buah, blender buah lebih menguntungkan daripada jus buah.
Serat ikut terbawa pada buah blender sedangkan pada jus buah, serat banyak tertinggal dan dianggap ampas serta akan dibuang. Padahal serat tersebut membantu mengenyangkan perut, menjaga berat badan, menjadi makanan bagi probiotik, si bakteri baik dalam saluran cerna, dan melancarkan buang air besar.

Jus buah dalam kemasan juga perlu diwaspadai kandungan gula dan atau gula tambahannya.
Baca selalu label kemasan.

Seringkali kita lengah jika dalam kemasan tertera kata natural, alami, atau tanpa penambahan gula.
Kandungan gula bisa saja tinggi walaupun tidak ditambahkan gula tambahan karena buah tersebut secara alami memang mengandung banyak gula.

Selalu ingat untuk mengintip jumlah kandungan gula dalam kemasan.
Dan jangan lupa juga memperhatikan jumlah takaran saji.

• Sehat itu Mudah •
• Sehat itu Murah •
(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)




MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Junior REIS & Brooke Lark. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply