Apa itu Gula Basah dan Gula Kering pada Diabetes?

Banyak orang awam beranggapan bahwa jenis diabetes ada yang basah atau gula basah dan ada yang kering atau gula kering.
Gula basah diberikan pada penderita diabetes yang jika terluka, luka akan terlihat basah, merah, dan bernanah.
Sedangkan yang dianggap gula kering adalah jika luka yg ada terlihat kering.

Anggapan ini sebenarnya tidak tepat.


Dalam dunia kedokteran, tidak ada pembagian jenis diabetes basah dan kering.

Jenis diabetes adalah :

  • Diabetes tipe 1
  • Diabetes tipe 2
  • Diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan)
  • Tipe lain-lain misalnya diabetes yang terjadi karena penyakit pada pankreas seperti infeksi, prosedur operasi, obat-obatan.


Luka Bisa Berbahaya pada Diabetesi?

Luka pada diabetesi bisa mengalami infeksi.

Reaksi peradangan yang terjadi pada kasus infeksi akan menyebabkan terbentuknya nanah.
Daerah luka dan sekitarnya akan berwarna kemerahan, bengkak, dan terasa hangat. Demam bisa muncul.

Kondisi penyakit yang tidak terkontrol, di mana kadar gula darah melonjak, akan meningkatkan kemungkinan infeksi.

Dan pada keadaan infeksi, tubuh melepaskan lebih banyak hormon kortisol dan adrenalin.
Hormon ini menghambat kerja insulin akibatnya kadar gula darah secara alamiah akan sedikit meningkat.
Hal ini akan memperburuk keadaan.

Walaupun gula basah dianggap lebih berbahaya, gula kering juga tidak lebih baik.
Pada beberapa kasus, akibat infeksi yang tidak tertangani dengan baik, jaringan pada luka dapat mengalami kematian.

Kematian jaringan ditandai dengan kulit yang tampak kering, keras, dan berubah warna menjadi kehitaman.
Jaringan yang mati ini harus secepatnya dibuang melalui tindakan medis.
Jika tidak, maka infeksi akan meluas dan bisa menimbulkan kematian.


Bagaimana mencegah infeksi pada diabetesi?

📌 Yang terbaik tentunya adalah mencegah terjadinya luka.
Tidak akan ada infeksi luka jika tidak ada luka bukan?

📌 Setiap hari, diabetesi harus melakukan pemeriksaan secara teliti dan menyeluruh pada kulit di seluruh tubuh, terutama kaki.

📌 Selalu kenakan alas kaki termasuk di dalam rumah.

  • Jika ingin memakai kaos kaki, pilih bahan yang lembut dan menyerap keringat.
  • Kenakan alas kaki yang nyaman, lembut, dan tidak berbentuk menyempit pada bagian jari-jari kaki.
  • Biasakan memeriksa alas kaki sebelum dipakai agar terhindar dari luka akibat benda yg ada dalam sepatu seperti kerikil kecil, serangga, dll.

📌 Berhati-hati ketika memotong kuku.

📌 Jaga kebersihan dan kelembaban kulit.

📌 Usai mandi, keringkan dengan seksama seluruh kulit terutama area lipatan seperti ketiak, bawah payudara, lipat paha, sela jari, dst.

📌 Jaga kebersihan tangan.
Bila perlu, oleskan pelembab kulit.

📌 Jaga agar kadar gula darah terkendali, baik dengan obat-obatan maupun dengan gaya hidup sehat.


BACA JUGA

Banyak orang awam beranggapan bahwa jenis diabetes ada yang basah atau gula basah, dan ada yang kering atau gula kering.

Anggapan ini sebenarnya tidak tepat.

Dalam dunia kedokteran, tidak ada pembagian jenis diabetes basah dan kering.

dr santi
Selalu kenakan alas kaki termasuk di dalam rumah. Biasakan memeriksa alas kaki sebelum dipakai agar terhindar dari luka akibat benda yg ada dalam sepatu seperti kerikil kecil, serangga, dll.
Selalu kenakan alas kaki termasuk di dalam rumah. Biasakan memeriksa alas kaki sebelum dipakai agar terhindar dari luka akibat benda yg ada dalam sepatu seperti kerikil kecil, serangga, dll.

Bagaimana cara merawat luka pada gula basah dan gula kering?

Ketika ada luka, baik luka lecet, luka lepuh, luka gores, usahakan agar terhindar dari infeksi, senantiasa perhatikan beberapa hal di bawah ini.

📌 Segera rawat luka dengan baik.

📌 Luka sekecil apapun pada diabetesi harus selalu dianggap serius dan diobati dengan baik.

📌 Jaga kebersihan luka.
Sebelum dan sesudah membersihkan luka, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

📌 Jika dalam waktu satu atau dua hari luka tidak kunjung membaik, segera konsultasikan pada tenaga kesehatan.

• Sehat itu Mudah •
• Sehat itu Murah •

(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)




MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Pexels & Ramesh Iyer. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply