Amankah Pakai Masker Saat Olah Raga?

Kegiatan olahraga mulai marak sejak kampanye meningkatkan imunitas tubuh untuk melawan COVID-19 menggema.
Sebagian memilih untuk tetap melakukan olahraga dalam rumah atau di halaman rumah, sebagian lainnya memilih untuk olahraga di luar rumah.
Sedapat mungkin usahakan hanya berolahraga dalam rumah.

Jika terpaksa olahraga di luar rumah, lakukan tindakan pencegahan COVID-19 secara benar dan konsisten.
Kewajiban mengenakan masker yang diberlakukan pemerintah membuat aktivitas berolahraga di luar rumah harus disertai dengan pemakaian masker. Di sisi lain, masyarakat menjadi bingung dan ketakutan ketika ramai beberapa pemberitaan mengenai orang yang meninggal saat berolahraga yang kebetulan mengenakan masker.


Apakah memakai masker saat berolahraga membuat kita dalam posisi yang berbahaya?

Pemakaian masker oleh orang sehat pada umumnya tidak membawa masalah sepanjang olahraga dilakukan dalam intensitas ringan sampai sedang.
Olahraga tanpa memakai masker dapat dilakukan di dalam rumah, di halaman rumah, atau di tempat yang sepi dari orang.


Apa yang harus diperhatikan dalam memakai masker ketika olahraga?
  • Kenakan masker dengan benar (menutupi mulut dan hidung).
  • Pilih masker dengan bahan dan ukuran yang nyaman agar tidak perlu sering menyentuh masker untuk memperbaiki masker.
  • Masker kain dianggap cukup baik dikenakan ketika berolahraga.
  • Hindari memegang masker bila telah dikenakan. Bila terlanjur menyentuhnya, segera cuci tangan.
  • Ganti masker bila basah baik oleh keringat, uap nafas, karena bersin, dll.

Dengarkan selalu tubuh kita.

Jangan memaksakan diri dan segera turunkan intensitas atau berhenti olahraga jika ada yang dirasakan tidak beres.
Segera ke rumah sakit bila gejala-gejala tidak menghilang dengan istirahat.


Tanda- tanda yang perlu diperhatikan misalnya :
  • sakit kepala
  • pusing
  • keseimbangan terganggu
  • sesak nafas
  • nyeri dada
  • lelah berlebihan atau tidak seperti biasanya
  • mual
  • keringat dingin
  • rasa kebingungan
Ketika memutuskan untuk berolahraga di luar rumah dalam masa pandemi ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pastikan lebih dulu bahwa tubuh dalam kondisi sehat.
Ketika memutuskan untuk berolahraga di luar rumah dalam masa pandemi ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pastikan lebih dulu bahwa tubuh dalam kondisi sehat.
BACA JUGA

TONTON JUGA

Ketika memutuskan untuk berolahraga di luar rumah dalam masa pandemi ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan.

👉 Pastikan lebih dulu bahwa tubuh dalam kondisi sehat.

👉 Perhatikan apakah ada faktor risiko yang dimiliki.
👎 Orang lanjut usia dan orang dengan penyakit penyerta (penyakit paru, jantung, ginjal, hipertensi, diabetes, kanker, dll),
👎 Orang dengan penurunan daya tahan tubuh (HIV/AIDS, dalam pengobatan dengan kortikosteroid, dll),
👎 Kegemukan (IMT lebih dari 30)
disarankan untuk tetap di dalam rumah termasuk untuk melakukan kegiatan olahraga.

Kelompok ini jika tertular COVID-19, lebih tinggi kemungkinan penyakitnya berkembang menjadi serius dan fatal.
Sebelum berolahraga perlu konsultasi ke dokter yang merawat mengenai intensitas, jenis, frekuensi, dan lama berolahraga.

👉 Mengenali kemampuan tubuh sendiri.
Jangan membandingkan diri dengan orang lain.
Jika belum pernah olahraga sama sekali, mulailah dengan hanya 10 menit, satu atau dua kali seminggu. Perlahan-lahan tingkatkan durasi dan frekuensinya.

👉 Pahami tujuan berolahraga.
Untuk tujuan mendapatkan tubuh yang sehat, diharapkan olahraga dilakukan dalam intensitas sedang selama minimal 150 menit terbagi menjadi seminggu 3-5 kali.
Tentunya akan berbeda jika olahraga dilakukan untuk mendapatkan prestasi.
Pemakaian masker tidak disarankan untuk intensitas tinggi.
Olahraga dengan intensitas tinggi tidak dianjurkan untuk masyarakat umum karena dapat menurunkan imunitas tubuh.

👉 Selalu jaga jarak dengan orang lain.
Jika olahraga dilakukan tanpa berpindah tempat maka jaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain.
Untuk berjalan kaki, jaga jarak sejauh 5 meter, sedangkan untuk berlari jaga jarak sejauh 10 meter.
Untuk mempermudah membayangkan jarak 5 meter, bayangkan panjang mobil yang memiliki 3 baris tempat duduk (seperti mobil Kijang, Innova, Xenia, Alphard, Panther, dll). Biasanya panjang mobil-mobil tersebut hampir mencapai 5 meter.
Jagalah jarak sejauh 20 meter jika sedang bersepeda.

“Kenali kemampuan tubuh sendiri.
Jangan membandingkan diri dengan orang lain.

Dengarkan selalu tubuh kita.
Jangan memaksakan diri dan segera turunkan intensitas atau berhenti olahraga jika ada yang dirasakan tidak beres
.


👉 Hindari berkerumun.
Jika ingin olahraga berkelompok batasi hanya dengan orang yang tinggal dalam satu rumah dan usahakan jumlah orang sesedikit mungkin.

👉 Cuci tangan sebelum dan sesudah berolahraga. Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci.

👉 Bersihkan alat olahraga (barbel, bola, gagang raket, stang sepeda, dll) dan tempat olahraga (matras, tempat duduk, dll) dengan cairan antiseptik sebelum dan sesudah berolahraga.

👉 Sedapat mungkin gunakan peralatan pribadi (botol air, handuk, kacamata, helm, bola, barbel, dll).

👉 Jaga hidrasi tubuh.
Cukupi kebutuhan cairan.

👉 Gunakan pakaian dan sepatu yang tepat, aman, dan nyaman.
Jangan lupa jaga keamanan ketika berolahraga, misalnya pada saat bersepeda, pastikan sepeda dalam kondisi prima (ban, rantai sepeda, rem, lampu, dll), helm, dan pakaian yang reflektif jika olahraga di malam hari.

👉 Terapkan etika batuk/bersin dan jangan meludah sembarangan.

👉 Segera pulang setelah selesai dan membersihkan diri serta mengganti pakaian.

Walaupun olahraga merupakan kegiatan yang baik bagi kesehatan, bila dilakukan dengan cara yang tidak tepat, berlebihan, serta mengabaikan protokol pencegahan penyakit COVID-19, tentunya berpotensi mencelakakan diri.

Mari hidup sehat!

• Sehat itu mudah •
• Sehat itu murah •

(dr. Santi, kenapa ya dok?, kenapayadok.com)










MATERI DALAM SITUS INI DIMAKSUDKAN HANYA UNTUK DIJADIKAN SEBAGAI INFORMASI UMUM, DAN BUKAN DITUJUKAN SEBAGAI DIAGNOSA, ATAU PERAWATAN YANG DIREKOMENDASIKAN.
Harap dicatat bahwa informasi medis di situs ini dirancang untuk mendukung, bukan untuk menggantikan hubungan antara pasien dan dokter, dan saran medis yang mungkin mereka berikan.

THE MATERIAL IN THIS SITE IS INTENDED TO BE OF GENERAL INFORMATIONAL USE AND IS NOT INTENDED TO CONSTITUTE MEDICAL ADVICE, PROBABLE DIAGNOSIS, OR RECOMMENDED TREATMENTS.
Please note that medical information found on this website is designed to support, not to replace the relationship between patient and physician/doctor and the medical advice they may provide.

(Credit: Victor He & William Hook. Pictures are used for representational purpose only)

Leave a Reply